Nasional
Beranda » Berita » Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago Tegaskan Kebebasan Sebagai Unsur Utama Demokrasi

Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago Tegaskan Kebebasan Sebagai Unsur Utama Demokrasi

Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago Tegaskan Kebebasan Sebagai Unsur Utama Demokrasi
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago Tegaskan Kebebasan Sebagai Unsur Utama Demokrasi

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Feri Amsari, aktivis yang dikenal kritis terhadap kebijakan publik, baru-baru ini dipolisikan oleh aparat kepolisian. Penangkapan tersebut memicu beragam reaksi di kalangan aktivis, akademisi, dan masyarakat luas. Di antara yang memberikan komentar, Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center, menekankan pentingnya kebebasan sebagai inti dari sistem demokrasi.

Respons Pangi Syarwi Chaniago

Pangi Syarwi Chaniago menyatakan bahwa tindakan kepolisian terhadap Feri Amsari menjadi cermin tantangan yang dihadapi negara demokrasi dalam melindungi hak-hak sipil. Ia menegaskan, “Kebebasan adalah unsur terpenting dalam sebuah negara demokrasi,” sambil menambahkan bahwa setiap upaya membatasi kebebasan harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan etis.

Baca juga:

Voxpol Center, lembaga riset dan advokasi yang dipimpin Chaniago, mencatat bahwa sejak awal tahun ini, terdapat peningkatan kasus penangkapan aktivis yang menyoroti isu-isu sensitif. Data internal lembaga menunjukkan bahwa setidaknya tiga aktivis lainnya mengalami proses hukum serupa dalam kurun waktu enam bulan terakhir, meskipun angka pasti belum dipublikasikan secara resmi.

Dalam pernyataannya, Chaniago juga mengingatkan bahwa kebebasan yang terjaga harus didukung oleh institusi yang independen, seperti lembaga peradilan dan media. “Tanpa mekanisme kontrol yang kuat, kebebasan dapat berubah menjadi retorika belaka,” ujarnya.

Baca juga:

Reaksi publik terhadap peristiwa ini beragam. Sebagian masyarakat mengkritik keras tindakan kepolisian, menganggapnya sebagai upaya menekan kritik. Sementara itu, pihak keamanan berargumen bahwa penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan dugaan pelanggaran hukum yang sedang diselidiki. Namun, Chaniago menegaskan bahwa proses hukum harus transparan dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Pengamat politik menilai bahwa kasus ini mencerminkan dinamika politik Indonesia yang sedang berada pada persimpangan antara kebebasan sipil dan penegakan hukum. Mereka mencatat bahwa penegakan hukum yang berimbang sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Baca juga:

Ke depan, Pangi Syarwi Chaniago berjanji akan terus memantau perkembangan kasus Feri Amsari serta mendukung upaya advokasi yang memastikan kebebasan tetap menjadi pilar utama dalam tata kelola demokrasi Indonesia. Ia menutup dengan harapan bahwa semua pihak dapat menemukan solusi yang menghormati hak asasi manusia sekaligus menegakkan keadilan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *