Ekonomi
Beranda » Berita » PT Semen Indonesia Perkuat ESG: Transformasi Hijau dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi

PT Semen Indonesia Perkuat ESG: Transformasi Hijau dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi

PT Semen Indonesia Perkuat ESG: Transformasi Hijau dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi
PT Semen Indonesia Perkuat ESG: Transformasi Hijau dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi

Media Pendidikan – 23 April 2026 | JAKARTA – PT Semen Indonesia (SIG) menegaskan kembali komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kini menjadi bagian integral strategi bisnis perusahaan.

Langkah tersebut mencakup serangkaian inisiatif yang mengubah limbah industri menjadi sumber energi bersih serta program reklamasi lahan bekas tambang. Transformasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga menambah nilai ekonomi bagi grup.

Baca juga:

Pengolahan limbah menjadi energi

Di beberapa pabriknya, SIG telah menginstalasi fasilitas pembangkit listrik berbasis waste‑to‑energy. Limbah padat yang sebelumnya dibuang ke tempat pembuangan kini diproses menjadi bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik internal. Menurut pernyataan resmi perusahaan, “Kami berkomitmen mengubah limbah menjadi energi yang mendukung operasional sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.”

Penggunaan energi terbarukan ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar fosil hingga 15 persen dalam tiga tahun ke depan, sekaligus menambah kapasitas listrik mandiri sekitar 30 megawatt.

Reklamasi lahan bekas tambang

Selain energi, SIG juga fokus pada pemulihan lahan yang terdampak aktivitas penambangan bahan baku semen. Program reklamasi mencakup penanaman kembali vegetasi asli, pengendalian erosi, dan pemulihan kualitas tanah. Hingga akhir 2023, lebih dari 200 hektar lahan telah berhasil direklamasi dan siap untuk dikembalikan ke fungsi pertanian atau ruang terbuka hijau.

Baca juga:

Data internal menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penanaman kembali mencapai 92 persen, dengan jenis tumbuhan yang dipilih menyesuaikan kondisi ekosistem setempat.

CEO SIG, Budi Santoso, menegaskan, “Reklamasi bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.”

Program ESG SIG juga mencakup pelatihan bagi karyawan tentang praktik ramah lingkungan, audit internal reguler, serta pelaporan transparan kepada pemangku kepentingan. Seluruh upaya tersebut dirancang untuk memenuhi standar internasional dan meningkatkan nilai saham perusahaan di mata investor yang semakin menuntut kinerja berkelanjutan.

Baca juga:

Dengan mengintegrasikan ESG ke dalam tiap lini operasi, PT Semen Indonesia berharap dapat menjadi pionir industri semen dalam mengadopsi model bisnis hijau yang dapat direplikasi oleh pemain lain di sektor manufaktur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *