Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Pemerintah Republik Indonesia secara tegas mengecam tindakan militer Israel yang memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Gaza Utara, Palestina. Kejadian tersebut terjadi pada akhir pekan lalu dan segera memicu protes diplomatik dari pihak Indonesia.
Menanggapi insiden itu, Menteri Luar Negeri RI menegaskan bahwa pemasangan spanduk tersebut melanggar norma kemanusiaan serta menghina martabat fasilitas kesehatan yang sudah menjadi simbol bantuan Indonesia di wilayah konflik. “Kami menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap martabat rumah sakit dan nilai kemanusiaan, serta tidak dapat ditoleransi,” ujar Menteri dalam konferensi pers di Istana Negara.
Spanduk “Rising Lion” dipasang pada struktur bangunan yang sebelumnya merupakan bagian dari Rumah Sakit Indonesia, fasilitas medis pertama yang dibangun Indonesia di luar negeri untuk membantu warga Palestina. Bangunan itu kini berada dalam kondisi hancur setelah serangan intensif pada minggu sebelumnya, meninggalkan korban jiwa dan luka-luka yang masih membutuhkan perawatan.
Indonesia, bersama dengan sekutu internasional, telah menuntut akses kemanusiaan yang aman bagi tenaga medis dan pasien di Gaza. Data terbaru dari Palang Merah Internasional mencatat lebih dari 1.200 warga sipil terluka dan sekitar 300 rumah sakit di Gaza mengalami kerusakan berat, termasuk fasilitas kesehatan milik organisasi non‑pemerintah.
Selain kecaman resmi, Kementerian Luar Negeri RI juga mengirimkan catatan protes formal kepada Kedutaan Besar Israel di Jakarta, menuntut penarikan spanduk dan permintaan maaf publik. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan Rumah Sakit Indonesia serta menolak segala bentuk propaganda yang menodai upaya kemanusiaan.
Reaksi internasional pun beragam. Beberapa negara menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut, sementara pihak Israel belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, pejabat senior militer Israel dikabarkan sedang meninjau prosedur keamanan di wilayah tersebut.
Ke depan, pemerintah Indonesia berencana meningkatkan bantuan medis dan logistik ke Gaza, termasuk pengiriman peralatan medis darurat dan tenaga kesehatan sukarela. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban krisis kesehatan yang semakin mengkhawatirkan di wilayah tersebut.


Komentar