Media Pendidikan – 23 April 2026 | Polda Sumatera Selatan (Polda Sumsel) mengadakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) sekaligus simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palembang. Acara ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan program OKI Aman-Bebas Asap 2026, yang menargetkan penciptaan lingkungan perkotaan bebas asap kebakaran pada tahun 2026.
Simulasi yang berlangsung selama beberapa jam melibatkan satuan-satuan kepolisian, dinas pemadam kebakaran, serta pihak terkait lainnya. Setiap unit diberi tugas spesifik, mulai dari deteksi dini potensi kebakaran, koordinasi penanganan, hingga pengamanan wilayah strategis kota. Penyelenggaraan latihan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi darurat serta meningkatkan sinergi lintas sektoral.
Rangkaian Kegiatan
Simulasi dibagi menjadi dua tahap utama. Pada tahap pertama, tim Sispamkota melakukan pemantauan area kritis menggunakan perangkat sensor dan sistem informasi geografis (GIS). Data real‑time yang diperoleh kemudian diintegrasikan ke pusat komando untuk memetakan potensi ancaman. Tahap kedua melibatkan respons cepat Karhutla, di mana tim pemadam kebakaran melancarkan prosedur pemadaman simulatif di area yang dipilih sebagai zona rawan kebakaran.
Selama pelaksanaan, petugas mencatat waktu respons, akurasi deteksi, dan efektivitas koordinasi antar lembaga. Hasil evaluasi akan dijadikan acuan perbaikan prosedur operasional standar (SOP) serta pengembangan teknologi pemantauan kebakaran di masa mendatang.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan OKI Aman-Bebas Asap 2026 melalui simulasi ini,” ujar Kepala Polda Sumsel, Kombes Pol. Arif Hidayat. “Latihan bersama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara kepolisian, pemadam kebakaran, dan instansi terkait, serta menegaskan kesiapan kami dalam melindungi warga dari bahaya kebakaran dan polusi udara.”
Selain itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan. Masyarakat diajak melaporkan aktivitas pembakaran ilegal serta mengikuti program edukasi tentang bahaya asap kebakaran. Polda Sumsel juga mengingatkan bahwa keberhasilan OKI Aman-Bebas Asap 2026 tidak hanya bergantung pada aparat, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen sosial.
Data yang dikumpulkan selama simulasi menunjukkan bahwa deteksi dini dapat dipercepat hingga 30 persen dibandingkan prosedur konvensional. Selain itu, koordinasi antar unit berhasil mengurangi waktu respons rata-rata dari 15 menit menjadi 9 menit. Angka-angka ini menjadi indikator positif bagi pencapaian target OKI pada tahun 2026.
Simulasi ini juga menjadi ajang berbagi pengetahuan antara Polda Sumsel dengan institusi akademik serta lembaga penelitian yang berfokus pada teknologi mitigasi kebakaran. Beberapa pakar memberikan masukan tentang pemanfaatan citra satelit dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi prediksi kebakaran di masa depan.
Dengan hasil positif yang diperoleh, Polda Sumsel berencana menggelar simulasi serupa secara rutin setiap tahun. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat jaringan pengamanan kota, mengoptimalkan respons darurat, serta memastikan tercapainya visi OKI Aman-Bebas Asap 2026 yang aman dan sehat bagi seluruh warga Palembang dan sekitarnya.


Komentar