Media Pendidikan – 22 April 2026 | Jakarta – PT Credit Bureau Indonesia (CBI), lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP) yang berlisensi dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru-baru ini mengumumkan kolaborasi strategis dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Kerjasama ini bertujuan memperkuat pengembangan sistem penilaian kredit yang lebih inklusif dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia.
CBI, sebagai satu-satunya lembaga yang mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan data kredit konsumen, memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan. Dengan dukungan regulasi OJK, CBI berupaya menyediakan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan bagi lembaga keuangan, sehingga meminimalkan risiko kredit macet.
Indosat Ooredoo Hutchison, salah satu operator telekomunikasi terbesar di tanah air, memiliki jaringan data pelanggan yang luas. Melalui pemanfaatan data telekomunikasi yang bersifat non‑finansial, IOH dapat melengkapi profil kredit tradisional, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki catatan pinjaman formal.
Kolaborasi ini mencakup integrasi teknologi analitik berbasis AI, pertukaran data yang mematuhi standar privasi, serta pelatihan bersama bagi tim keduanya. Hasilnya diharapkan memperluas basis data kredit, memungkinkan penilaian yang lebih akurat bagi pelaku usaha mikro, UMKM, dan individu di daerah terpencil.
Seorang juru bicara CBI menyatakan, “Kolaborasi ini akan menghasilkan sistem penilaian yang lebih inklusif dan bertanggung jawab,” menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Dengan memadukan keahlian CBI dalam manajemen data kredit dan kapabilitas IOH dalam pengolahan data digital, proyek ini diproyeksikan dapat mempercepat proses persetujuan kredit, menurunkan biaya administrasi, serta membuka peluang pembiayaan bagi segmen yang sebelumnya terpinggirkan.
Langkah selanjutnya mencakup uji coba pilot di beberapa provinsi, evaluasi kinerja model penilaian, dan penyesuaian regulasi yang mendukung inovasi. Jika berhasil, kemitraan ini dapat menjadi model bagi lembaga lain dalam mengoptimalkan data digital untuk inklusi keuangan di Indonesia.


Komentar