Media Pendidikan – 22 April 2026 | DPRD Kabupaten Tangerang Selatan melaksanakan sidak ke lima lokasi strategis di kawasan Bintaro dan Pondok Aren untuk meninjau dugaan perubahan aliran sungai yang konon telah menghilang. Tim pengawasan ini menemukan indikasi kuat bahwa aliran air berubah akibat sebagian wilayah yang kini dijadikan kawasan komersial.
Peninjauan dilakukan oleh panitia khusus (pansus) DPRD Tangsel yang fokus pada isu lingkungan. Dalam kunjungan ke lima titik yang dipilih secara representatif, anggota pansus mengamati kondisi fisik sungai serta jejak‑jejak perubahan lahan. Hasil awal menunjukkan bahwa aliran air yang sebelumnya mengalir lurus kini terpaksa berkelok‑kelok atau bahkan menghilang di beberapa area karena pembangunan gedung, pusat perbelanjaan, dan fasilitas komersial lainnya.
Kelima titik yang disurvei mencakup: 1) daerah perumahan di Bintaro, 2) kawasan perkantoran di Pondok Aren, 3) area parkir komersial yang baru dibangun, 4) zona retail yang menggantikan lahan hijau, serta 5) jalur drainase utama yang terhubung dengan sungai kecil setempat. Pada setiap titik, tim mencatat perubahan elevasi permukaan tanah, berkurangnya vegetasi penahan air, serta berkurangnya debit aliran yang terukur.
“Kami menemukan indikasi bahwa aliran sungai telah berubah secara signifikan akibat perubahan lahan menjadi kawasan komersial,” kata Ketua Pansus DPRD Tangsel dalam pernyataan resmi. “Hal ini tidak hanya mengancam ekosistem lokal, tetapi juga berpotensi menimbulkan banjir di musim hujan karena penyerapan air yang berkurang.”
Data pendukung yang dikumpulkan menunjukkan bahwa dari total lima titik, tiga di antaranya menunjukkan penurunan debit air hingga 40 persen dibandingkan dengan data historis yang tersedia. Selain itu, survei visual mengidentifikasi penutupan lebih dari 2.000 meter persegi area hijau yang sebelumnya berfungsi sebagai zona resapan air. Pansus menilai bahwa perubahan ini berpotensi mengganggu keseimbangan hidrologi wilayah Tangerang Selatan secara keseluruhan.
Setelah mengumpulkan temuan, DPRD Tangsel berencana mengajukan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah. Rekomendasi tersebut meliputi peninjauan kembali izin pembangunan di zona rawan, penetapan area konservasi baru, serta implementasi sistem drainase berbasis alam untuk memulihkan aliran sungai. Anggota DPRD juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemantauan lingkungan agar perubahan serupa tidak terulang.
Sidang lanjutan dijadwalkan akan dilaksanakan dalam dua minggu ke depan, dengan harapan dapat menghasilkan kebijakan yang konkrit. Sementara itu, warga di sekitar Bintaro dan Pondok Aren diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir dan melaporkan setiap perubahan signifikan pada aliran air kepada pihak berwenang.


Komentar