Media Pendidikan – 21 April 2026 | Harga minyak mentah mengalami lonjakan sekitar enam persen pada perdagangan Senin, 20 April 2026, setelah munculnya ketidakpastian seputar pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan tersebut didorong oleh kekhawatiran atas potensi kebangkitan kembali ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menyuplai hampir satu per lima pasokan minyak dan gas cair dunia.
Bob Yawger, direktur futures energi di Mizuho, menilai situasi semakin rumit. “Niat baik yang tercipta pada hari Jumat telah sepenuhnya lenyap,” ujarnya, menekankan bahwa ketegangan baru dapat menggerakkan pasar lebih tinggi.
Gencatan senjata dua minggu yang dijadwalkan berakhir pada akhir pekan ini menambah keraguan mengenai kelanjutan pembicaraan antara kedua negara. Iran belum memberikan keputusan pasti untuk ikut serta dalam perundingan damai, meski pejabat seniornya menyatakan pertimbangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuding pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat sebagai hambatan utama proses diplomatik.
Di Selat Hormuz, lalu lintas kapal mengalami penurunan drastis. Hanya tiga penyeberangan tercatat dalam 12 jam terakhir, menurut data pengiriman. Analis Nikos Tzabouras menyebut Selat Hormuz masih berada di bawah blokade ganda, dan menambahkan bahwa ketidakpastian mengenai hasil perundingan dapat mendorong harga minyak lebih tinggi lagi. Pada hari Sabtu, lebih dari 20 kapal melintasi selat, mencatat angka tertinggi sejak 1 Maret, namun volume tersebut belum cukup untuk mengembalikan pasokan ke tingkat normal.
Para analis pasar menilai bahwa harga minyak mungkin akan turun secara perlahan jika konflik tidak meluas menjadi perang skala penuh. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa bahkan jika ada resolusi, pemulihan pasokan tidak akan terjadi secara instan, sehingga tekanan pada harga tetap berlanjut.
Secara keseluruhan, lonjakan harga minyak mentah mencerminkan sensitivitas pasar terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah. Perkembangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi pada hasil negosiasi gencatan senjata serta kebijakan masing-masing pihak terkait akses laut di Selat Hormuz.


Komentar