Media Pendidikan – 20 April 2026 | Polisi berhasil menangkap dua tersangka yang diduga menikam Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, pada operasi di Ambon. Penangkapan ini menjadi langkah tegas aparat dalam menanggulangi aksi kekerasan politik di wilayah Indonesia bagian timur.
“Polisi berhasil menangkap dua orang terduga penikam Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei,” ujar pihak kepolisian dalam pernyataan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, terutama pada kasus yang melibatkan tokoh politik.
Kasus ini bermula ketika Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala setelah diserang dengan alat tajam pada hari sebelumnya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Ambon untuk perawatan lanjutan. Pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya bekas luka penusukan, yang kemudian menjadi dasar penyelidikan kriminal.
Data kepolisian menunjukkan bahwa wilayah Maluku Tenggara selama tiga bulan terakhir mencatat peningkatan insiden kekerasan politik, dengan total enam kasus yang melibatkan tokoh daerah. Penangkapan dua tersangka ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi pelaku serupa di masa mendatang.
Selain menindaklanjuti kasus penusukan, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk ancaman atau tindakan kekerasan yang mengarah pada politik. “Kita harus menjaga keamanan dan ketertiban dalam proses demokrasi,” kata juru bicara kepolisian daerah.
Sejumlah pihak politik dan organisasi masyarakat sipil menyambut baik tindakan kepolisian. Mereka menilai penangkapan ini sebagai sinyal bahwa aparat siap melindungi integritas proses politik di wilayah tersebut. Namun, mereka juga menekankan perlunya upaya preventif, termasuk dialog antar kelompok untuk mencegah eskalasi konflik.
Hingga saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan. Kedua tersangka akan menjalani proses hukum sesuai prosedur yang berlaku, sementara korban masih dalam tahap pemulihan. Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap seluruh fakta yang terkait dan menuntut pelaku sampai tuntas.


Komentar