Olahraga
Beranda » Berita » Borneo FC Comeback Tumbangkan PSM, Ancaman Degradasi Semakin Nyata

Borneo FC Comeback Tumbangkan PSM, Ancaman Degradasi Semakin Nyata

Borneo FC Comeback Tumbangkan PSM, Ancaman Degradasi Semakin Nyata
Borneo FC Comeback Tumbangkan PSM, Ancaman Degradasi Semakin Nyata

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Drama sepak bola Indonesia kembali menggelar aksi di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Minggu (18/04/2026). Borneo FC berhasil melakukan comeback menakjubkan dengan mengalahkan PSM Makassar 2-1 di kandang lawan, memperparah ancaman degradasi bagi sang tuan rumah yang kini berada di zona terendah klasemen Liga 1.

Kedatangan Borneo FC ke kota Makassar diwarnai atmosfer menegangkan. PSM, yang mengandalkan keunggulan lapangan sendiri, sempat memimpin lewat gol cepat pada menit ke-12 melalui tendangan satu‑sentimeter dari striker andalannya. Namun, semangat juang Borneo tak surut. Pada menit ke-34, gelandang tengah Borneo menyamakan kedudukan lewat tembakan jarak menengah yang melesat tepat ke sudut atas gawang.

Baca juga:

Menjelang jeda istirahat, kedua tim tampak seimbang, namun tak ada gol tambahan. Babak kedua menjadi arena pertarungan taktis. Pelatih Borneo FC, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, menyesuaikan formasi menjadi lebih ofensif, menambah tekanan pada lini belakang PSM yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika striker Borneo memanfaatkan kesalahan pertahanan PSM dan menembakkan bola ke gawang setelah menerima umpan terobosan dari sisi kiri. Gol penentu itu mengantarkan Borneo FC unggul 2-1, yang kemudian dipertahankan hingga peluit akhir.

“Kami puas dengan hasil ini, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki,” ujar pelatih Borneo FC dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Tim ini menunjukkan mental juang yang tinggi, dan kami harap dapat melanjutkan performa positif ini di laga berikutnya.”

Baca juga:

Di sisi lain, manajer PSM mengakui kegagalan timnya untuk memanfaatkan keunggulan kandang. “Kami harus memperbaiki konsistensi permainan dan mengurangi kesalahan individu yang berujung pada kebobolan,” katanya, menambah tekanan pada skuad yang kini terancam turun ke divisi bawah.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, dengan Borneo FC menguasai 52% waktu permainan. Kedua tim mencatat 14 tembakan, namun akurasi tembakan Borneo lebih tinggi, menghasilkan dua gol dibandingkan satu gol PSM. Kartu kuning diberikan kepada tiga pemain masing‑masing tim, tanpa ada kartu merah yang memengaruhi formasi.

Hasil ini menempatkan PSM pada posisi 18 dari 18 tim, dengan hanya tiga poin yang mengamankan mereka dari zona degradasi. Sementara itu, Borneo FC naik satu posisi menjadi 12, menambah harapan untuk keluar dari zona bahaya pada sisa pekan kompetisi.

Baca juga:

Dengan hanya lima laga tersisa, PSM harus mengumpulkan poin maksimal untuk menghindari turun kelas. Pertandingan selanjutnya melawan Persib Bandung di Bandung menjadi ujian berat bagi sang tuan rumah. Borneo FC, di sisi lain, berencana mempertahankan momentum kemenangan dengan menghadapi Persija Jakarta di Jakarta.

Secara keseluruhan, comeback Borneo FC menjadi sorotan utama pekan ini, sekaligus menambah drama persaingan di puncak klasemen. Penonton yang hadir di Stadion Gelora BJ Habibie menyaksikan pertarungan sengit yang menegaskan betapa tidaknya prediksi dalam sepak bola Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *