Daerah
Beranda » Berita » Pengamat ITB: Revitalisasi Gedung Sate Tak Memiliki Urgensi, Proyek Rp15 Miliar Tetap Dipertimbangkan

Pengamat ITB: Revitalisasi Gedung Sate Tak Memiliki Urgensi, Proyek Rp15 Miliar Tetap Dipertimbangkan

Pengamat ITB: Revitalisasi Gedung Sate Tak Memiliki Urgensi, Proyek Rp15 Miliar Tetap Dipertimbangkan
Pengamat ITB: Revitalisasi Gedung Sate Tak Memiliki Urgensi, Proyek Rp15 Miliar Tetap Dipertimbangkan

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Kota Bandung kembali menjadi fokus perbincangan publik setelah pemerintah daerah mengumumkan rencana revitalisasi kawasan Gedung Sate. Proyek yang diperkirakan memakan biaya sebesar Rp15 miliar bertujuan menggabungkan area Lapangan Gasibu dengan Jalan Diponegoro, sekaligus memperbaiki tampilan ikon Jawa Barat tersebut.

Namun, seorang pengamat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan bahwa proyek tersebut tidak bersifat mendesak. Ia menegaskan, “Tidak ada urgensi” dalam melaksanakan revitalisasi ini, mengingat belum ada masalah struktural atau operasional yang mengancam fungsi gedung maupun area sekitarnya.

Baca juga:

Pernyataan tersebut memunculkan perdebatan di kalangan akademisi dan praktisi perencanaan kota. Sebagian pihak berpendapat bahwa alokasi dana sebesar Rp15 miliar sebaiknya diarahkan pada infrastruktur yang lebih prioritas, sementara pihak lain melihat peluang untuk memperkuat citra Bandung sebagai kota budaya dan pemerintahan.

Data resmi menunjukkan bahwa total anggaran yang dialokasikan mencakup pekerjaan konstruksi, desain interior, serta penataan ruang publik. Proyek ini direncanakan melibatkan kontraktor lokal dan konsultan perencanaan urban, dengan target penyelesaian dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang.

Baca juga:

Sejauh ini, belum ada jadwal pasti pelaksanaan, dan pihak berwenang masih menunggu masukan dari berbagai stakeholder, termasuk masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi. Pengamat ITB menekankan perlunya evaluasi mendalam mengenai manfaat jangka panjang dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

Dengan demikian, meski revitalisasi Gedung Sate tetap berada dalam agenda pembangunan Bandung, keberlanjutan proyek tersebut masih tergantung pada penilaian urgensi dan prioritas anggaran yang akan diputuskan dalam rapat-rapat perencanaan ke depan.

Baca juga:

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *