Daerah
Beranda » Berita » Pramono Anung Tegaskan Penataan Kabel Udara di Jakarta Tidak Dapat Dilakukan Secara Instan

Pramono Anung Tegaskan Penataan Kabel Udara di Jakarta Tidak Dapat Dilakukan Secara Instan

Pramono Anung Tegaskan Penataan Kabel Udara di Jakarta Tidak Dapat Dilakukan Secara Instan
Pramono Anung Tegaskan Penataan Kabel Udara di Jakarta Tidak Dapat Dilakukan Secara Instan

Media Pendidikan – 14 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pada Rabu (13 April 2026) bahwa upaya penataan kabel udara yang selama ini berantakan tidak dapat diselesaikan secara instan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di kantor Gubernur, menyoroti tantangan teknis dan administratif yang harus dihadapi dalam memperbaiki jaringan kabel di ibukota.

Ia menambahkan bahwa penataan kabel tidak sekadar mencabut dan menata kembali, melainkan juga harus memperhatikan keamanan publik, kelancaran lalu lintas, serta keberlangsungan layanan komunikasi dan listrik. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil harus melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari identifikasi titik-titik kritis, penentuan rute alternatif, hingga pelaksanaan fisik di lapangan.

Baca juga:

Gubernur menekankan pentingnya komitmen semua pemangku kepentingan untuk mematuhi prosedur yang telah ditetapkan. “Kami mengharapkan kerjasama penuh dari operator telekomunikasi, PLN, serta lembaga terkait lainnya agar proses ini dapat berjalan sesuai jadwal tanpa mengorbankan kualitas layanan,” tegas Pramono.

Baca juga:

Penataan kabel udara yang rapi juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, seperti kabel yang jatuh atau terbakar, yang selama ini menjadi keluhan warga di beberapa wilayah Jakarta. Selain itu, visualisasi kota yang lebih bersih dapat meningkatkan citra DKI Jakarta di mata investor dan wisatawan.

Baca juga:

Meski prosesnya tidak dapat dipercepat, Gubernur berjanji bahwa pemerintah akan terus memantau progres dan memastikan setiap tahap berjalan sesuai rencana. Ia menutup konferensi pers dengan harapan bahwa masyarakat dapat memahami bahwa penataan infrastruktur memang memerlukan waktu, namun manfaat jangka panjangnya akan terasa oleh semua pihak.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *