Media Pendidikan – 12 April 2026 | Mahasiswa Universitas Riau (Unri) menginisiasi program digitalisasi perikanan di Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat setempat melalui budidaya ikan yang adaptif dan pemanfaatan teknologi informasi.
Langkah-Langkah Program
Program yang dipimpin oleh Ketua Kelompok Mahasiswa Unri tersebut melibatkan serangkaian kegiatan, antara lain pelatihan penggunaan aplikasi pencatatan produksi, pemasaran online, serta penerapan teknik budidaya yang menyesuaikan kondisi lingkungan setempat. Mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada para nelayan dan petani ikan, membantu mereka menginput data hasil tangkapan, mengelola stok bibit, serta memantau kesehatan ikan secara real time.
“Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan produksi perikanan dan memperluas pasar bagi warga,” ujar Ketua Kelompok saat memaparkan tujuan program kepada warga Nagari Koto Kaciak. Ia menambahkan bahwa dengan data yang terstruktur, para petani dapat mengambil keputusan berbasis informasi, misalnya menentukan waktu panen optimal atau menyesuaikan pakan.
Data Pendukung
- Jumlah rumah tangga yang terlibat: 35 keluarga
- Jenis budidaya yang difokuskan: ikan lele dan ikan nila
- Penggunaan aplikasi: lebih dari 120 data produksi tercatat dalam tiga bulan pertama
Hasil awal menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pendapatan rata‑rata per keluarga yang terlibat naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,4 juta per bulan, menandakan adanya dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi lokal.
Tantangan dan Harapan Kedepan
Walaupun program telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, beberapa tantangan tetap harus diatasi, seperti keterbatasan infrastruktur internet di daerah pedesaan dan kebutuhan akan pelatihan lanjutan bagi generasi muda yang ingin terjun ke sektor perikanan modern. Mahasiswa Unri berkomitmen untuk memperluas jaringan digital dengan bekerjasama bersama pemerintah Kabupaten Agam serta lembaga swadaya masyarakat setempat.
Keberlanjutan program diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Sumatera Barat yang memiliki potensi perikanan namun masih mengandalkan metode tradisional. Dengan mengintegrasikan teknologi digital dan budidaya adaptif, diharapkan sektor perikanan Nagari Koto Kaciak dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang lebih stabil dan berkelanjutan.


Komentar