Media Pendidikan – 12 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus menelan kekalahan di perempat final Badminton Asia Championship 2026 yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, China. Mereka tersingkir setelah kalah dari wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju, dengan skor 13-21, 21-14, 16-21.
Kekalahan tersebut menandai akhir harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di nomor ganda putra pada turnamen bergengsi tersebut. Dalam wawancara sesudah pertandingan, Fajar mengakui bahwa performa timnya belum memenuhi ekspektasi. “Tadi banyak melakukan kesalahan sendiri dan itu jadi pelajaran dan evaluasi kami ke depannya. Lawan bermain sangat baik terutama bertahan,” ujarnya.
Sementara itu, rekannya, Muhammad Shohibul Fikri, menyoroti taktik pertahanan lawan yang membuat mereka kesulitan menembus serangan. “Lawan bermain sangat rapat, bertahan rapi sekali, dan itu menjadi kekurangan kami dari segi power. Ini akan menjadi bahan evaluasi,” kata Fikri.
Serangkaian poin penting dari pertandingan menunjukkan dominasi awal Korea Selatan pada set pertama dengan selisih delapan poin, kemudian Indonesia berhasil bangkit di set kedua berkat serangan lebih agresif, namun pada set penentu lawan kembali menguasai ritme permainan dan menutup skor dengan selisih lima poin.
Selain ganda putra, wakil Indonesia di nomor ganda putri juga mengalami nasib yang sama. Pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi harus menyerah setelah kalah dari duo asal China, Liu Sheng Shu dan Tan Ning. Kegagalan ini menambah beban mental tim nasional yang kini harus menata strategi menjelang turnamen internasional berikutnya.
Data resmi turnamen mencatat bahwa dari total 32 pasangan yang berlaga, hanya tiga pasangan Indonesia yang berhasil melaju ke fase semifinal, menandakan persaingan yang semakin ketat di kancah Asia. Penyebab utama yang diidentifikasi oleh pelatih tim adalah kurangnya adaptasi terhadap gaya bermain pertahanan lawan yang semakin terorganisir.
Ke depan, pelatih tim menegaskan bahwa proses evaluasi akan melibatkan analisis video pertandingan, peningkatan kebugaran, serta penyesuaian taktik servis dan smash. “Kami tidak akan tinggal diam. Fokus kami kini pada perbaikan teknik dan mental pemain, agar dapat kembali bersaing di level tertinggi,” ujar pelatih.
Dengan berakhirnya harapan ganda putra dan putri, sorotan kini beralih ke cabang tunggal serta tim putra yang masih memiliki peluang untuk mengembalikan prestasi Indonesia di ajang Asia Championship selanjutnya. Penggemar badminton di tanah air diharapkan tetap mendukung para atlet dalam proses pemulihan dan persiapan menghadapi kompetisi internasional yang akan datang.


Komentar