Internasional
Beranda » Berita » 5 Film Sejarah yang Relevan Sekarang, Ngeri Juga! – Mengungkap Pola Kekuasaan dan Konflik Masa Lalu

5 Film Sejarah yang Relevan Sekarang, Ngeri Juga! – Mengungkap Pola Kekuasaan dan Konflik Masa Lalu

5 Film Sejarah yang Relevan Sekarang, Ngeri Juga! – Mengungkap Pola Kekuasaan dan Konflik Masa Lalu
5 Film Sejarah yang Relevan Sekarang, Ngeri Juga! – Mengungkap Pola Kekuasaan dan Konflik Masa Lalu

Media Pendidikan – 03 April 2026 | Sejarah memang kerap berulang, dan lima film sejarah yang kembali digemari publik pada 2026 menunjukkan bagaimana pola kekuasaan, ketimpangan, dan konflik masa lalu tetap menggemakan realitas saat ini. Dari Holocaust hingga manipulasi politik modern, masing‑masing film menawarkan cermin kritis bagi penonton Indonesia yang mencari pemahaman tentang dinamika sosial‑politik dunia.

The Zone of Interest

Film adaptasi novel Jonathan Coe ini menyoroti kehidupan keluarga elit Nazi yang tinggal di dekat kamp konsentrasi. Meskipun berlatar Jerman Perang Dunia II, narasinya terasa mengena setelah operasi militer Israel di Gaza 2023 yang banyak dikategorikan sebagai genosida. Keberlanjutan ketidakadilan, serta peran negara kuat yang dapat menutup mata terhadap penderitaan warga sipil, menjadi benang merah yang menghubungkan dua era.

Baca juga:

Wag the Dog

Berlatarkan pemilihan presiden Amerika pada awal 1990‑an, film ini menampilkan strategi spin doctor yang menciptakan perang fiktif untuk mengalihkan perhatian publik dari skandal seksual seorang kandidat. Praktik serupa terus terlihat dalam kampanye politik global, dimana isu‑isu sensitif dikelola lewat narasi militer atau krisis lainnya untuk menutupi kegagalan internal.

Network

Network menggambarkan kegagalan rating TV yang mendorong seorang pembawa berita, Howard Beale, mengancam bunuh diri secara live. Kejadian itu justru dimanfaatkan oleh eksekutif media untuk meningkatkan penonton dan meraup profit. Kritik film ini relevan dengan era media sosial dan platform streaming, di mana sensasi viral seringkali diproduksi secara sengaja demi iklan dan pendapatan iklan, memperburuk krisis kepercayaan publik terhadap informasi.

Baca juga:

Killers of the Flower Moon

Berbasis kasus pembunuhan berencana terhadap suku Osage pada 1920‑an, film ini mengungkap kolusi antara kapitalis kulit putih, aparat penegak hukum, dan perusahaan minyak dalam mengeksploitasi tanah milik pribumi. Meskipun satu abad berlalu, konflik serupa terus muncul dalam penambangan sumber daya alam Indonesia, di mana komunitas adat masih berjuang melawan perusahaan multinasional yang mengabaikan hak mereka.

Bicycle Thieves

Klasik neorealisme Italia karya Vittorio De Sica menampilkan seorang ayah yang kehilangan sepeda kerja di Roma pasca‑Perang Dunia II. Kesulitan ekonomi yang memaksa ia dan putranya mencari sepeda kembali mencerminkan tekanan pekerja modern di tengah ekonomi gig, inflasi, dan ketidakpastian kerja. Film ini mengingatkan bahwa marginalisasi kelas pekerja bukan fenomena baru, melainkan siklus yang terus berulang.

Baca juga:

Kelima film ini tidak sekadar hiburan, melainkan pelajaran sejarah yang disulap menjadi cermin sosial. Dengan menonton dan menganalisisnya, penonton dapat lebih kritis dalam menilai dinamika politik, media, dan ekonomi yang terus berulang di era digital ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *