Media Pendidikan – 28 April 2026 | Pada Rabu, 28 April 2026, kereta api eksekutif KA Argo Bromo Anggrek menabrak kereta listrik KRL di Stasiun Bekasi Timur, mengakibatkan 38 penumpang dirawat di rumah sakit setempat.
Kronologi Kejadian
Kecelakaan tersebut menyebabkan gerbong KA Argo Bromo mengalami kerusakan signifikan, sementara KRL hanya mengalami kerusakan ringan pada pintu masuk. Penumpang yang berada di kedua kereta mengalami luka, sebagian besar berupa memar dan cedera ringan, namun ada juga yang membutuhkan perawatan intensif.
“Kami sudah menampung 38 pasien, mayoritas mengalami luka ringan hingga sedang,” ujar dr. Siti Nurhadi, kepala unit gawat darurat RS Bekasi. “Beberapa korban masih dalam observasi karena mengalami patah tulang kecil atau cedera kepala.”
Data resmi KAI mencatat bahwa kereta KA Argo Bromo berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 07.30 WIB dengan 12 gerbong dan menurunkan 250 penumpang sebelum kecelakaan. KRL yang terlibat beroperasi pada jalur KRL Jabodetabek dengan kapasitas 300 penumpang.
Respon Pihak Berwenang
Polisi Transportasi dan tim investigasi KAI langsung melakukan penyelidikan di lokasi. Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia menegaskan akan memperbaiki sistem sinyal dan meningkatkan pelatihan operator guna mencegah kejadian serupa.
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga mengirimkan tim untuk menilai penyebab teknis dan prosedural. Dalam pernyataannya, KNKT menekankan pentingnya koordinasi antara jaringan kereta api jarak jauh dan KRL.
Seluruh 38 korban telah dipindahkan ke beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi, dengan mayoritas dirawat di RS Bekasi dan RS Budi Mulia. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia.
Kejadian ini menambah daftar kecelakaan kereta api di Indonesia pada tahun 2026, memicu perdebatan publik tentang keamanan transportasi massal dan kebutuhan modernisasi infrastruktur.


Komentar