Nasional
Beranda » Berita » 16 Orang Terjaring OTT KPK di Tulungagung, Termasuk Bupati Gatut Sunu

16 Orang Terjaring OTT KPK di Tulungagung, Termasuk Bupati Gatut Sunu

16 Orang Terjaring OTT KPK di Tulungagung, Termasuk Bupati Gatut Sunu
16 Orang Terjaring OTT KPK di Tulungagung, Termasuk Bupati Gatut Sunu

Media Pendidikan – 11 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada malam Jumat 10 April 2026. Sebanyak enam belas orang ditangkap, termasuk Gatut Sunu, Bupati Tulungagung, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi yang melanggar prosedur pengelolaan keuangan daerah.

Rangkaian Penangkapan

Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah kantor pemerintahan, rumah pribadi, serta beberapa lokasi usaha milik tersangka. Hasil operasi mencakup penangkapan pejabat struktural, anggota DPRD, serta oknum pegawai negeri yang diduga menjadi perantara aliran dana tidak sah. Semua tersangka kini berada dalam tahanan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Baca juga:

Gatut Sunu, yang menjabat sebagai bupati sejak 2024, ditangkap di kediamannya setelah tim melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Dalam pernyataan resmi, KPK menyebut bahwa bukti awal menunjukkan Sunu terlibat dalam manipulasi anggaran pembangunan infrastruktur, termasuk penetapan kontraktor fiktif dan penggelapan dana alokasi khusus.

Motif dan Dugaan Kasus

Operasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian OTT KPK yang menargetkan daerah-daerah dengan indikasi penyalahgunaan anggaran publik. KPK menegaskan komitmen untuk memberantas praktik korupsi di semua tingkatan pemerintahan, termasuk pejabat tertinggi di tingkat kabupaten.

Baca juga:

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah

Berbagai elemen masyarakat di Tulungagung menyambut penangkapan ini dengan harapan peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Organisasi masyarakat sipil (OMS) setempat menilai bahwa penangkapan bupati merupakan sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi pejabat yang menyalahgunakan wewenang.

Pemerintah provinsi Jawa Timur belum memberikan komentar resmi, namun menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur. Sementara itu, KPK menegaskan bahwa penyidikan masih berlanjut dan akan mengungkap seluruh jaringan korupsi yang terlibat.

Baca juga:

Kasus ini menambah daftar panjang pejabat publik yang terjerat OTT KPK pada tahun 2026, mempertegas upaya lembaga antikorupsi dalam menindak korupsi struktural. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan indikasi korupsi yang mencuat, demi memperkuat budaya tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *