Media Pendidikan – 10 April 2026 | Bekasi, 9 April 2026 – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memimpin delegasi resmi yang melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan dan Jepang dalam rangka memperkuat hubungan internasional kota melalui penandatanganan perjanjian Sister City dengan Seongnam, Korea, dan Izumisano, Jepang. Kunjungan ini menjadi tonggak penting bagi Bekasi untuk memperluas jaringan kerja sama luar negeri, khususnya dalam bidang pengembangan smart city, pendidikan, dan peluang kerja bagi tenaga kerja Bekasi di Jepang.
Latar Belakang Kunjungan
Tri Adhianto menekankan pentingnya memperluas jejaring internasional sebagai upaya meningkatkan daya saing kota. Seongnam, yang dikenal sebagai kota teknologi tinggi di kawasan Gyeonggi-do, dan Izumisano, sebuah kota pelabuhan di prefektur Osaka, dipilih karena potensi sinergi yang tinggi dengan program-program Bekasi, terutama dalam transformasi digital dan mobilitas pintar.
Penandatanganan MoU Sister City
Dalam serangkaian acara resmi di Seongnam, wali kota Tri Adhianto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pertukaran pengetahuan dalam pengembangan infrastruktur digital, sistem transportasi berbasis sensor, serta program pelatihan teknis bagi aparat pemerintahan Bekasi. Begitu pula di Izumisano, penandatanganan MoU menitikberatkan pada kerjasama pendidikan, pertukaran budaya, serta skema penempatan tenaga kerja Bekasi di perusahaan-perusahaan Jepang yang membutuhkan tenaga terampil.
Harapan Kerja Sama Smart City
Bekasi berencana mengadopsi teknologi smart city yang telah terbukti efektif di Seongnam, termasuk penggunaan platform data terintegrasi untuk mengelola layanan publik, pemantauan lalu lintas real‑time, dan sistem pengelolaan sampah berbasis IoT. Sementara itu, pengalaman Izumisano dalam pengembangan kawasan industri berkelanjutan dijadikan contoh untuk mengoptimalkan kawasan industri di Bekasi yang tengah berkembang pesat.
Selain aspek teknologi, kedua kesepakatan menyoroti peluang kerja bagi warga Bekasi di Jepang. Melalui program penempatan tenaga kerja, diharapkan ribuan tenaga kerja terampil dapat mengisi lowongan di sektor manufaktur, logistik, dan layanan di Izumisano, sekaligus memperluas kemampuan bahasa dan budaya Jepang di kalangan pekerja Bekasi.
Reaksi Masyarakat dan Pemerintah
Berbagai pihak, termasuk asosiasi pengusaha, lembaga pendidikan, dan komunitas bisnis, menyambut positif inisiatif tersebut. Ketua KADIN Bekasi, Budi Santoso, menyatakan bahwa hubungan sister city dapat membuka jalur investasi baru serta meningkatkan eksposur produk lokal Bekasi di pasar Asia Timur. Sementara itu, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan agenda pemerintah untuk memperkuat jaringan kota mitra di luar negeri.
Tri Adhianto menutup kunjungan dengan harapan bahwa hasil pertemuan ini akan segera diimplementasikan melalui pembentukan tim kerja gabungan antara Pemerintah Kota Bekasi, Seongnam, dan Izumisano. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan pemangku kepentingan lokal, termasuk universitas dan lembaga riset, untuk memastikan transfer pengetahuan yang berkelanjutan.
Dengan penandatanganan kesepakatan sister city ini, Bekasi menegaskan komitmennya untuk menjadi kota yang terhubung secara global, inovatif, dan siap menyongsong era digital yang lebih maju.


Komentar