Ekonomi
Beranda » Berita » Trump Ancam Pecat Jerome Powell dan Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Turun 2,8%

Trump Ancam Pecat Jerome Powell dan Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Turun 2,8%

Trump Ancam Pecat Jerome Powell dan Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Turun 2,8%
Trump Ancam Pecat Jerome Powell dan Purbaya Prediksi Defisit APBN 2026 Turun 2,8%

Media Pendidikan – 17 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman pemecatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam pidato televisi yang disiarkan pada 1 April 2026 dari Cross Hall Gedung Putih. Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi penurunan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi 2,8 % dari Produk Domestik Bruto (PDB), menurunkan perkiraan awal sebesar 2,9 %.

Ancaman Trump muncul setelah setahun ketidakpuasan atas kebijakan suku bunga yang dianggap kurang agresif. Trump menegaskan bahwa Powell akan diberhentikan jika masih menjabat melewati batas tanggal 15 Mei 2026, meskipun masa jabatan Powell resmi berakhir pada 2028. “Saya akan memecatnya jika masih menjabat setelah 15 Mei,” ujar Trump dalam pidato tersebut. Pemerintahannya juga telah mengusulkan mantan bankir Kevin Warsh sebagai pengganti, namun nominasi itu menghadapi perlawanan keras dari anggota Senat, termasuk Rep. Thom Tillis yang berjanji menunda konfirmasi sampai penyelidikan Departemen Kehakiman selesai.

Baca juga:

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa berbicara kepada perwakilan pemeringkat kredit global Standard & Poor’s (S&P) di Washington DC pada 14 April 2026. Ia menyatakan, “Kami berkomitmen memastikan fiskal tetap sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.” Purbaya menegaskan bahwa proyeksi defisit sebesar 2,8 % mencerminkan perbaikan pendapatan dan pengendalian belanja, serta pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada kuartal keempat dibandingkan kuartal sebelumnya.

S&P merespons secara positif, mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade BBB dengan outlook stabil. Namun, lembaga tersebut mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang masih berada di atas 15 %, menandakan kebutuhan pengawasan berkelanjutan. S&P berencana melakukan kunjungan ke Indonesia pada Juni 2026 untuk menilai kembali kondisi fiskal dan ekonomi secara menyeluruh.

Baca juga:

Data terbaru menunjukkan defisit APBN diproyeksikan turun menjadi 2,8 % dari PDB, dibandingkan perkiraan awal 2,9 %. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat tercatat lebih tinggi, memperkuat keyakinan pasar terhadap stabilitas fiskal. Di sisi lain, tekanan politik terhadap The Fed di AS dapat memengaruhi kebijakan moneter global, mengingat peran The Fed sebagai penentu suku bunga utama dunia.

Perkembangan ini menandai dua narasi penting: di satu sisi, dinamika politik AS yang dapat menggoyang independensi bank sentral, dan di sisi lain, upaya Indonesia memperbaiki posisi fiskal serta menjaga kepercayaan investor internasional. Kedua isu tersebut akan terus dipantau oleh pelaku pasar dan analis kebijakan dalam minggu‑minggu mendatang.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *