Ekonomi
Beranda » Berita » Rupiah Melemah Meski Fundamental Ekonomi Kuat, Ini Penjelasan BI

Rupiah Melemah Meski Fundamental Ekonomi Kuat, Ini Penjelasan BI

Rupiah Melemah Meski Fundamental Ekonomi Kuat, Ini Penjelasan BI
Rupiah Melemah Meski Fundamental Ekonomi Kuat, Ini Penjelasan BI

Media Pendidikan – 09 Mei 2026 | Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah terus melemah meski fundamental ekonomi Indonesia kuat. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh faktor global, seperti kenaikan harga minyak akibat tensi geopolitik dan meningkatnya suku bunga di AS yang membuat dolar AS menguat.

Perry juga menjelaskan bahwa terjadi aliran keluar modal asing dari seluruh negara ‘emerging market’, sehingga mata uangnya melemah. Di Indonesia, hal ini diperparah oleh faktor musiman, seperti musim haji yang meningkatkan permintaan akan dolar AS.

Baca juga:

“Kita pastikan jemaah haji yang membutuhkan dolar dapat terpenuhi,” ucap Perry. Selain itu, di bulan April dan Mei, korporasi membutuhkan banyak mata uang dolar AS untuk repatriasi dividen atau membayar utang luar negeri.

Bank Indonesia melakukan intervensi besar-besaran di pasar valas domestik maupun pasar luar negeri untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. “Langkah itu merupakan langkah ‘all out’ dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry.

Baca juga:

Meskipun demikian, cadangan devisa Indonesia menurun sejak Januari-April 2026. Namun, Perry menegaskan bahwa hal ini masih terukur dan dalam batas yang aman.

Nilai tukar rupiah terpantau melemah dan ditutup pada level Rp17.382 per dolar AS. Rupiah tertekan dolar yang kembali menguat akibat situasi perang AS-Iran yang kembali memanas.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *