Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Roblox Indonesia mengumumkan kebijakan baru yang mengharuskan semua pemain melakukan verifikasi wajah sebelum dapat mengakses layanan. Kebijakan ini juga melarang pengguna berusia di bawah 16 tahun untuk menggunakan fitur chatting dalam game. Langkah tersebut diambil setelah platform game global tersebut mencatat sekitar 23 juta pengguna anak-anak di Indonesia, menjadikannya salah satu ekosistem game online terbesar di tanah air.
“Kami berkomitmen melindungi anak‑anak dengan verifikasi wajah yang aman dan transparan,” kata perwakilan Roblox dalam siaran pers. “Tidak ada ruang bagi aktivitas percakapan yang dapat membahayakan pengguna di bawah umur, sehingga kami menutup akses chatting bagi mereka.”
Implementasi kebijakan akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan. Pengguna yang belum terdaftar akan diarahkan ke modul verifikasi saat pertama kali login, sementara pengguna yang sudah memiliki akun harus memperbarui profil dengan foto wajah yang sesuai. Bagi pemain berusia 16 tahun ke atas, fitur chatting tetap tersedia dengan kontrol moderasi tambahan. Roblox menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kebijakan ini dapat berakibat pada penangguhan akun secara permanen.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa regulator dan platform digital di Indonesia semakin menekankan keamanan siber bagi generasi muda. Pengamat industri mencatat bahwa kebijakan serupa dapat menjadi standar baru bagi layanan game online lainnya. Sementara itu, orang tua diharapkan untuk mendampingi proses verifikasi dan memantau aktivitas anak di dalam aplikasi.


Komentar