Internasional
Beranda » Berita » Presiden Prabowo Subianto Berangkat ke Rusia untuk Pertemuan Empat Mata dengan Putin

Presiden Prabowo Subianto Berangkat ke Rusia untuk Pertemuan Empat Mata dengan Putin

Presiden Prabowo Subianto Berangkat ke Rusia untuk Pertemuan Empat Mata dengan Putin
Presiden Prabowo Subianto Berangkat ke Rusia untuk Pertemuan Empat Mata dengan Putin
Daftar Isi

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berangkat menuju Moskow, Rusia, pada Minggu malam, 12 April 2026, dengan agenda utama mengadakan pertemuan pribadi dengan Presiden Vladimir Putin.

Keberangkatan ini menandai kunjungan tingkat tinggi pertama Presiden Prabowo sejak dilantik, dan diharapkan menjadi momentum penting dalam memperdalam hubungan ekonomi, keamanan, serta kerjasama energi antara kedua negara. Tim delegasi yang mendampingi Presiden terdiri dari Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, serta sejumlah pejabat senior Kementerian Perhubungan dan Energi.

Baca juga:

Jadwal resmi mencakup pertemuan empat mata dengan Putin di Istana Kremlin, di mana kedua pemimpin akan membahas isu-isu strategis termasuk perdagangan bilateral yang pada 2025 mencapai nilai US$12 miliar, kerja sama dalam sektor pertahanan, serta proyek energi nuklir dan gas alam. Data perdagangan ini diambil dari laporan Kementerian Perdagangan yang menunjukkan pertumbuhan 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain pertemuan utama, Prabowo dijadwalkan mengunjungi pabrik otomotif di wilayah Moskow Barat yang diproduksi oleh perusahaan patungan Indonesia-Rusia, serta menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan infrastruktur transportasi lintas benua. “Saya berharap pertemuan ini dapat memperkuat kerja sama bilateral dan membuka peluang investasi baru bagi Indonesia,” ujar Prabowo dalam konferensi pers singkat sebelum keberangkatan.

Reaksi dalam negeri

Berbagai kalangan politik dan pengamat internasional menyambut baik kunjungan ini. Ketua DPR, Puan Maharani, menilai langkah ini sebagai upaya diversifikasi mitra luar negeri Indonesia, sementara analis dari Lembaga Penelitian Kebijakan Luar Negeri (LPK) menyoroti potensi peningkatan ekspor komoditas pertanian ke pasar Rusia yang selama ini masih terbatas.

Baca juga:

Di sisi lain, kelompok organisasi masyarakat sipil mengingatkan pentingnya transparansi dalam negosiasi, terutama terkait proyek energi yang melibatkan investasi asing sebesar US$3,5 miliar. “Kita harus memastikan bahwa kepentingan nasional tetap terjaga dan manfaatnya dirasakan oleh rakyat,” kata Siti Nurhaliza, ketua LSM Lingkaran Hijau.

Secara logistik, pesawat resmi kepresidenan, yang berbasis di Halim Perdanakusuma, mengudara pada pukul 20.30 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Sheremetyevo sekitar pukul 06.15 waktu setempat keesokan harinya. Kedatangan tersebut diiringi protokol keamanan ketat serta penyambutan oleh pejabat tinggi Rusia.

Menjelang akhir kunjungan, dijadwalkan pula pertemuan bilateral antara tim ekonomi Indonesia dengan delegasi Kementerian Keuangan Rusia untuk membahas kemungkinan penandatanganan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B). Jika berhasil, hal ini dapat mempercepat aliran investasi dan memperluas jaringan perdagangan di antara kedua negara.

Baca juga:

Dengan agenda yang padat, kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia diperkirakan akan menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang dapat mengubah lanskap hubungan bilateral. Pemerintah Indonesia berjanji akan mengumumkan hasil pertemuan secara resmi setelah Prabowo kembali ke tanah air, menjanjikan transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *