Media Pendidikan – 12 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan rencana penambahan fitur deteksi foto berbasis kecerdasan buatan (AI) pada aplikasi layanan publik Jaki. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sistem Jaki agar mampu mengidentifikasi dan mencegah penyebaran foto yang telah dimanipulasi, khususnya setelah terjadinya insiden manipulasi gambar di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur.
Pengembangan fitur tersebut akan dimasukkan ke dalam arsitektur Jaki yang sudah ada, sehingga setiap unggahan foto yang masuk ke dalam platform akan otomatis dipindai oleh algoritma AI. Jika terdeteksi adanya tanda-tanda manipulasi, foto tersebut akan ditandai untuk tinjauan lanjutan oleh tim verifikasi. “Penguatan sistem Jaki ini untuk mencegah manipulasi foto seperti yang terjadi di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur,” demikian penjelasan resmi yang dirilis oleh pemerintah provinsi.
Proses integrasi teknologi AI ini melibatkan tim teknis internal serta konsultan eksternal yang memiliki keahlian dalam bidang pengenalan gambar. Sistem akan diuji coba pada beberapa unit kerja sebelum diterapkan secara menyeluruh pada seluruh layanan Jaki. Pendekatan bertahap ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi celah keamanan secara dini serta memastikan kompatibilitas dengan infrastruktur yang telah ada.
Manfaat utama dari fitur deteksi foto AI mencakup peningkatan keandalan data visual yang digunakan dalam pengambilan keputusan pemerintah, serta perlindungan terhadap penyebaran informasi palsu yang dapat menimbulkan keresahan publik. Dengan adanya lapisan verifikasi otomatis, pihak berwenang dapat menanggapi laporan manipulasi foto lebih cepat, mengurangi beban kerja manual, dan memperkuat transparansi layanan publik.
Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan upaya DKI Jakarta untuk memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas layanan kepada warga. Penerapan AI pada Jaki diharapkan menjadi contoh bagi lembaga lain dalam mengadopsi solusi serupa, khususnya di era di mana manipulasi media digital semakin canggih dan mudah tersebar.
Pengguna Jaki diharapkan dapat merasakan perubahan ini dalam beberapa bulan ke depan, ketika fitur baru mulai aktif. Pemerintah provinsi berjanji akan terus memantau efektivitas sistem dan melakukan penyesuaian bila diperlukan, guna memastikan bahwa integritas visual tetap terjaga dalam semua interaksi digital antara pemerintah dan masyarakat.


Komentar