Media Pendidikan – 11 Mei 2026 | Pembubaran acara menonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita oleh aparat TNI telah menimbulkan kontroversi. Legislator dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengkritik tindakan tersebut sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi.
Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa, “Pembubaran nobar film Pesta Babi merupakan bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi yang tidak dapat diterima.” Ia menekankan bahwa kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang dilindungi oleh konstitusi.
Acara nobar film tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk diselenggarakan di sebuah lokasi di Jakarta. Namun, aparat TNI tiba-tiba membubarkan acara tersebut tanpa alasan yang jelas. Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi kebebasan berekspresi di Indonesia.
<p_DATA pendukung menunjukkan bahwa kasus pembubaran acara serupa telah terjadi beberapa kali di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Data dari lembaga pemantau kebebasan berekspresi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kasus pembatasan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Fraksi PDIP akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pembubaran acara nobar film Pesta Babi. Mereka berencana untuk meminta penjelasan dari pihak TNI dan pemerintah tentang alasan di balik pembubaran acara tersebut.


Komentar