Media Pendidikan – 17 April 2026 | Stuttgart, 16 April 2026 – Mirra Andreeva memperpanjang rentetan kemenangan menjadi enam pertandingan beruntun setelah menaklukkan Alycia Parks 7-6(3), 6-3 pada putaran kedua Stuttgart Open di Porsche Arena. Kemenangan ini menempatkan pemain berusia 18 tahun itu ke perempat final kelima dalam satu musim, dan ia akan berhadapan dengan unggulan ketiga asal Polandia, Iga Swiatek.
Andreeva memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi usai mengangkat trofi di Linz pekan sebelumnya. Sejak awal, ia menunjukkan permainan agresif dengan mematahkan servis Parks pada game pertama. Meskipun Parks berhasil memaksa tie‑break setelah memimpin 5-3 di set pertama, banyaknya kesalahan tidak bersahabat membuatnya kehilangan momentum. Parks mencatat 41 unforced errors, sementara Andreeva hanya melakukan enam kesalahan serupa.
Set pertama berakhir dengan skor ketat 7-6(3) setelah Andreeva berhasil mengamankan tie‑break. Pada set kedua, Andreeva menguasai lapangan lebih dominan dan menutup laga dengan 6-3. Setelah pertandingan, ia mengungkapkan perasaannya, “Saya sangat senang karena mampu tetap tenang sepanjang pertandingan. Pada beberapa momen saya merasa sedikit tegang karena setiap poin sangat penting.”
Berbekal performa konsisten di tanah liat, Andreeva belum mengalami kekalahan di permukaan ini sepanjang musim 2026. Pertemuan berikutnya melawan Swiatek menjadi duel keempat mereka, sekaligus pertama di tanah liat. Meskipun Swiatek pernah dua kali menjadi juara Stuttgart, Andreeva memiliki catatan positif: dari tiga pertemuan sebelumnya, ia menang dua kali di Dubai dan Indian Wells pada tahun 2025.
Jika Andreeva berhasil mengatasi Swiatek, peluangnya untuk melaju ke semifinal dan bahkan final menjadi lebih terbuka, mengingat lawan utamanya belum pernah dikalahkan di Stuttgart pada tanah liat. Pertandingan ini diprediksi menjadi ujian berat bagi pemain muda Rusia tersebut, namun catatan pertemuan yang menguntungkan serta tren kemenangan yang terus berlanjut memberikan optimisme bagi pendukungnya.


Komentar