Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk membahas strategi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi atlet muda dari wilayah Maluku Utara. Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga ini menekankan pentingnya sinergi kebijakan, fasilitas, dan program pembinaan guna meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di kancah internasional.
Dalam sambutannya, Erick Thohir menegaskan komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menyediakan dukungan material dan teknis bagi daerah yang memiliki potensi olahraga tinggi. “Dari pertemuan ini, saya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. Kemenpora siap berkolaborasi dengan daerah dan memberikan dukungan dalam pembinaan atlet serta pengembangan ekosistem olahraga,” ujarnya.
Gubernur Sherly Tjoanda menyoroti tiga cabang olahraga yang dianggap memiliki keunggulan historis di Maluku Utara: atletik, sepak bola, dan tinju. Ia menjelaskan bahwa analisis data prestasi masa lalu menunjukkan konsentrasi bakat pada ketiga disiplin tersebut. “Saya ingin memfokuskan pembinaan olahraga pada cabang atletik, sepak bola, dan tinju. Alasannya sederhana, karena banyak atlet berprestasi di cabang tersebut berasal dari Maluku Utara,” kata Sherly.
Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan fasilitas latihan, pelatihan pelatih bersertifikat, serta program beasiswa bagi atlet berpotensi. Kementerian telah menyiapkan paket bantuan berupa peralatan modern, akses ke pusat pelatihan nasional, dan pendanaan operasional bagi federasi olahraga daerah. Selain itu, terdapat rencana pendirian akademi olahraga terintegrasi yang akan menjadi basis talent scouting dan pengembangan kompetensi teknis.
Data dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, Maluku Utara telah menghasilkan lebih dari 30 atlet yang menembus babak semifinal kejuaraan nasional, dengan 12 di antaranya meraih medali emas di cabang atletik dan sepak bola. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan angka tersebut sebesar 40% pada periode 2026‑2030 melalui program sinergi yang baru.
Pertemuan tersebut juga membahas upaya mengubah citra Maluku Utara yang selama ini lebih dikenal karena potensi mineralnya menjadi profil olahraga yang kuat. Sherly menambahkan, “Saya ingin Maluku Utara tidak hanya dikenal karena potensi nikelnya, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki prestasi olahraga. Potensi tersebut harus kembali hadir dan memberi dampak positif bagi generasi muda kami.”
Dengan dukungan penuh dari Kemenpora, diharapkan kerjasama ini akan menghasilkan peningkatan jumlah atlet yang berkompetisi di ajang Asia Games, SEA Games, dan Olimpiade. Kedua pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan tiap triwulan guna memantau progres program, mengevaluasi kebutuhan lapangan, serta menyesuaikan kebijakan yang diperlukan.
Sinergi yang diharapkan tidak hanya memperkuat basis atletik di Maluku Utara, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah yang dapat direplikasi di provinsi lain dengan potensi serupa. Jika berhasil, inisiatif ini berpotensi menambah deretan bintang olahraga Indonesia yang dapat mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.


Komentar