Media Pendidikan – 19 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri mengusulkan penyelenggaraan Bandung Conference 2.0 sebagai platform diplomasi multilateral untuk menurunkan ketegangan global yang semakin intens.
Usulan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Istana Kepresidenan pada Senin (17/04/2026). Megawati menekankan perlunya mengaktifkan kembali semangat solidaritas yang lahir pada Konferensi Asia‑Afrika tahun 1955, yang melibatkan 29 negara dan menjadi tonggak kebijakan non‑blok.
Tujuan dan Mekanisme Bandung Conference 2.0
Rencana pelaksanaannya mencakup tiga fase utama: pertama, konsultasi pra‑konferensi yang melibatkan kementerian luar negeri ASEAN; kedua, pertemuan puncak yang dijadwalkan pada akhir 2026 di Bandung; dan ketiga, pembuatan deklarasi bersama yang akan dipublikasikan secara terbuka.
Respon Komunitas Internasional
Sejumlah pejabat luar negeri menyambut baik inisiatif tersebut. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia menyatakan, “Kami menghargai upaya Indonesia memfasilitasi dialog konstruktif di tengah ketegangan global.” Sementara perwakilan Uni Eropa menekankan pentingnya peran negara‑negara non‑blok dalam menengahi perselisihan.
Data statistik yang dirilis Kementerian Luar Negeri menunjukkan bahwa sejak 2020, Indonesia telah menjadi tuan rumah lebih dari 150 pertemuan bilateral dan multilateral, menegaskan posisi negara ini sebagai mediator regional.
Langkah Selanjutnya
Megawati menginstruksikan Badan Koordinasi Penyelenggaraan Konferensi (BKPK) untuk menyusun agenda detail, termasuk topik keamanan siber dan energi terbarukan. Ia juga mengajak negara‑anggota G20 untuk berpartisipasi aktif, dengan harapan konferensi ini dapat menjadi “jembatan damai” yang menurunkan risiko eskalasi militer.
Jika berhasil, Bandung Conference 2.0 diharapkan menjadi forum periodik yang memperkuat kerja sama Selatan‑Selatan, sekaligus memberikan ruang bagi negara‑negara kecil untuk bersuara di panggung internasional.
Pengumuman resmi tentang tanggal, lokasi ruang pertemuan, dan daftar peserta diharapkan akan dirilis pada kuartal berikutnya, menandai langkah konkret Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dunia.


Komentar