Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Lonjakan Pengisian SPKLU Saat Mudik: PLN Catat Peningkatan Penggunaan EV Empat Kali Lipat

Lonjakan Pengisian SPKLU Saat Mudik: PLN Catat Peningkatan Penggunaan EV Empat Kali Lipat

Lonjakan Pengisian SPKLU Saat Mudik: PLN Catat Peningkatan Penggunaan EV Empat Kali Lipat
Lonjakan Pengisian SPKLU Saat Mudik: PLN Catat Peningkatan Penggunaan EV Empat Kali Lipat

Media Pendidikan – 04 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Musim mudik Lebaran kali ini menunjukkan pola baru dalam mobilitas masyarakat Indonesia. Data terbaru dari PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mengalami lonjakan signifikan selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pada rentang 12 hingga 31 Maret 2026 tercatat sebanyak 303.234 transaksi pengisian daya, angka yang lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai 73.161 transaksi.

Lonjakan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah transaksi, tetapi juga dari besarnya konsumsi listrik yang dipakai kendaraan listrik. Total energi yang disalurkan mencapai 7,16 juta kilowatt‑jam (kWh), meningkat tajam dari 1,75 juta kWh pada mudik Lebaran 2025. Peningkatan ini menandakan bahwa konsumen semakin mempercayai kendaraan listrik (EV) sebagai pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh, khususnya dalam rangka mudik ke kampung halaman.

Baca juga:

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa fenomena ini mencerminkan kepercayaan publik yang tumbuh terhadap teknologi bersih. “Lonjakan penggunaan SPKLU selama periode mudik menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Indonesia siap beralih ke kendaraan listrik, terutama bila didukung infrastruktur yang memadai,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima kumparan pada hari Kamis, 2 April 2026.

  • Jumlah total SPKLU: 4.769 unit
  • Titik layanan: 3.097 lokasi
  • Unit di jalur mudik utama: 1.681 unit di 994 lokasi

Penguatan jaringan ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan layanan, tetapi juga menurunkan waktu tunggu bagi pengendara yang ingin mengisi daya. Sebagai contoh, di Rest Area KM 379 A Tol Batang‑Semarang, petugas secara aktif membantu warga mengisi daya kendaraan listrik, memastikan proses pengisian berjalan lancar dan cepat. Foto‑foto yang diabadikan menunjukkan antrean kendaraan listrik yang teratur, menandakan tingginya minat dan kepercayaan pengguna.

Selain faktor infrastruktur, harga energi listrik yang relatif stabil menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik EV. Dengan konsumsi listrik sebesar 7,16 juta kWh dalam dua minggu terakhir, PLN mencatat bahwa rata‑rata biaya pengisian per kendaraan berada pada level yang kompetitif dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Hal ini menambah alasan ekonomis bagi konsumen untuk memilih mobil listrik dalam perjalanan mudik yang biasanya menempuh jarak jauh.

Baca juga:

Para pengguna EV di berbagai daerah juga melaporkan pengalaman positif. Di Medan, Sumatera Utara, petugas SPKLU melaporkan antrian yang terkelola dengan baik pada hari Kamis, 5 Maret 2026, dimana banyak pengendara yang melakukan perjalanan pulang kampung memanfaatkan fasilitas pengisian daya yang tersedia. Pengalaman serupa tercatat di berbagai provinsi, menegaskan bahwa jaringan SPKLU kini telah menjadi bagian integral dari ekosistem transportasi nasional.

Melihat tren yang terus menguat, PLN menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur listrik ramah lingkungan. “Kami akan terus memperluas jaringan SPKLU, meningkatkan kapasitas layanan, serta memastikan ketersediaan energi bersih yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” tegas Darmawan. Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Para ahli energi juga menilai bahwa pertumbuhan penggunaan EV selama musim mudik dapat menjadi katalisator bagi percepatan transisi energi di Indonesia. Dengan lebih dari satu juta kendaraan listrik yang diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2027, kebutuhan akan jaringan pengisian yang handal akan semakin mendesak. PLN dipandang sebagai pemain kunci dalam mengatasi tantangan tersebut melalui investasi berkelanjutan pada infrastruktur SPKLU.

Baca juga:

Secara keseluruhan, data terbaru menunjukkan bahwa tren mudik EV tidak hanya sekadar fenomena musiman, melainkan sebuah indikator kuat bahwa masyarakat Indonesia semakin menyambut mobilitas berkelanjutan. Dukungan infrastruktur yang terus diperluas, harga energi yang kompetitif, serta kesadaran lingkungan yang meningkat menjadi kombinasi yang mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif.

Ke depan, diproyeksikan bahwa jumlah transaksi pengisian SPKLU akan terus naik seiring dengan pertumbuhan jaringan yang dijadwalkan mencapai lebih dari 6.000 unit pada akhir 2026. Dengan komitmen kuat dari PLN dan partisipasi aktif masyarakat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi negara dengan mobilitas listrik yang luas, khususnya pada momen-momen penting seperti mudik Lebaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *