Media Pendidikan – 12 April 2026 | Barcelona memperkuat posisi puncak La Liga setelah mengalahkan Espanyol 4-1 pada Minggu (12/4) dini hari WIB. Penampilan luar biasa Lamine Yamal, yang mencetak satu gol serta memberikan dua assist, menjadi sorotan utama dan menambah catatan pribadi sebagai pemain termuda yang terlibat dalam tiga gol dalam satu pertandingan La Liga.
Derby Catalan dimulai dengan tekanan tinggi dari tim tuan rumah. Pada menit ke-10, Ferran Torres membuka skor lewat sundulan tajam setelah menerima umpan tepat dari tendangan pojok Yamal. Gol pertama ini tidak hanya memberi keunggulan dini, tetapi juga menegaskan peran kreatif Yamal di lini serang.
Lima menit kemudian, Yamal kembali mengukir assist kedua. Kali ini ia mengirimkan umpan luar kaki yang menembus pertahanan Espanyol, memungkinkan Torres menambah angka lewat tendangan mendatar. Dua gol cepat tersebut membuat skor menjadi 2-0 dan menambah tekanan pada tamu.
Babak pertama berlanjut dengan dominasi penguasaan bola Barcelona yang mencapai 77 persen, jauh di atas 23 persen milik Espanyol. Gavi, Pedri, dan Eric Garcia mengisi ruang tengah, memastikan aliran operan cepat dan menjaga ritme serangan. Meskipun Espanyol sempat mengancam lewat Tyrhys Dolan, peluangnya hanya berakhir dengan tembakan meleset.
Di paruh kedua, Barcelona tetap menekan. Pada menit ke-54, Yamal hampir menambah gol melalui tendangan bebas yang melambung tipis di atas mistar. Beberapa menit kemudian, Pol Lozano berhasil menyamakan kedudukan bagi Espanyol setelah memanfaatkan kekacauan di kotak penalti, namun gol tersebut dibatalkan oleh wasit setelah pemeriksaan VAR.
Gol ketiga Barcelona datang pada menit ke-87, ketika Yamal memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan menaklukkan kiper Marko Dmitrovic. Gol tersebut menegaskan keunggulan 3-0 dan menambah catatan pribadi Yamal dalam pertandingan ini.
Tak lama setelah itu, Marcus Rashford menutup pesta gol dengan tendangan voli dua menit kemudian, mengukir gol keempat dari umpan Frenkie de Jong. Kemenangan 4-1 menegaskan keunggulan Barcelona dan menambah selisih poin mereka menjadi sembilan poin di atas rival terdekat, Real Madrid.
Di sisi lain, Real Madrid harus menelan hasil imbang 1-1 melawan Girona pada hari sebelumnya. Kekalahan tersebut menempatkan mereka pada risiko puasa poin lagi, mengingat hanya satu poin yang diperoleh dari dua pertandingan terakhir. Hasil imbang itu menjadikan jarak antara kedua raksasa Spanyol semakin lebar, menambah tekanan menjelang El Clasico yang dijadwalkan pada bulan Mei.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menegaskan pentingnya konsistensi meski berada di posisi unggul. “Setiap pertandingan harus dimulai dengan sikap dan mentalitas yang tepat. Kualitas saja tidak cukup untuk menang,” ujar Flick setelah pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim tidak boleh lengah meski selisih poin sudah signifikan.
Sementara itu, Real Madrid kini harus mengoptimalkan sisa tujuh laga Liga untuk mengejar ketertinggalan. Dengan El Clasico yang semakin mendekat, tekanan pada skuad asal Jerman semakin besar, terutama mengingat peluang Barcelona untuk mengamankan gelar semakin terbuka lebar.
Kesimpulannya, kemenangan telak atas Espanyol tidak hanya menambah tiga gol bagi Lamine Yamal, tetapi juga memperlebar jarak Barcelona menjadi sembilan poin di papan atas La Liga. Real Madrid, yang baru saja mengalami hasil imbang, kini berada dalam posisi genting dan harus berjuang keras untuk menghindari periode puasa poin lebih lama.


Komentar