Media Pendidikan – 30 April 2026 | Menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026, tradisi nonton bareng atau nobar kembali diprediksi menjadi ajang yang ramai, tidak hanya karena pertandingan melainkan juga karena ragam kuliner yang menyertainya. Berbagai kota di Indonesia menyiapkan penawaran makanan khas yang kini melampaui popularitas pizza dan popcorn, dua camilan yang biasanya menjadi primadona saat menonton bersama.
Pengamat industri kuliner mencatat pergeseran selera penonton yang semakin menghargai cita rasa lokal. “Kuliner lokal memang menjadi pilihan utama penonton,” ujar salah satu penyelenggara acara nobar di Jakarta. Ia menambahkan bahwa para penjual makanan tradisional berhasil menarik minat ribuan penonton yang mencari alternatif lebih otentik dibandingkan makanan cepat saji internasional.
Fenomena ini tampak jelas pada sejumlah tempat nonton bersama yang mengusung konsep “Festival Rasa Nusantara”. Pedagang menyiapkan menu seperti sate Madura, bakso Malang, dan gado‑gado Betawi, yang disajikan dalam porsi mudah dibagikan. Keberagaman ini tidak hanya menambah nilai hiburan, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya kuliner daerah masing‑masing.
Selain meningkatkan penjualan, keberhasilan kuliner lokal dalam menyaingi pizza dan popcorn memberikan dampak positif bagi ekonomi mikro. Pedagang kecil yang biasanya beroperasi di pasar atau pinggir jalan kini dapat memperluas jangkauan pasar mereka melalui kerjasama dengan penyelenggara nobar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung UMKM di sektor makanan dan minuman.
Para penonton pun mengaku puas dengan pilihan yang lebih variatif. “Saya biasanya hanya membawa popcorn, tapi kali ini saya mencoba sate dan rasanya luar biasa,” kata seorang mahasiswa yang ikut menonton pertandingan di sebuah kafe di Surabaya. Pengalaman serupa dilaporkan di kota‑kota lain, menandakan tren ini sudah meluas.
Keberhasilan kuliner lokal dalam mengalahkan pizza dan popcorn diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir turnamen. Penyelenggara menyiapkan lebih banyak stand makanan tradisional di setiap venue nobar, sekaligus mengadakan kompetisi masak antar daerah untuk menambah semarak suasana.
Dengan menonjolkan keunikan rasa dan warisan budaya, kuliner lokal tidak hanya memperkaya pengalaman menonton sepak bola, tetapi juga memperkuat identitas kuliner Indonesia di mata dunia. Jika tren ini terus berlanjut, peluang bagi produk makanan tradisional untuk masuk ke pasar internasional pun semakin terbuka.


Komentar