Nasional
Beranda » Berita » KPK Maraton Geledah 7 Lokasi di Tulungagung dan Surabaya, Sita Rp95 Juta serta Surat OPD

KPK Maraton Geledah 7 Lokasi di Tulungagung dan Surabaya, Sita Rp95 Juta serta Surat OPD

KPK Maraton Geledah 7 Lokasi di Tulungagung dan Surabaya, Sita Rp95 Juta serta Surat OPD
KPK Maraton Geledah 7 Lokasi di Tulungagung dan Surabaya, Sita Rp95 Juta serta Surat OPD

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi penggeledahan secara maraton pada hari Rabu, menargetkan tujuh lokasi di Kabupaten Tulungagung dan Kota Surabaya. Aksi ini merupakan lanjutan penyelidikan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan mantan Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo.

Penggeledahan dimulai sejak pagi hari, dengan tim gabungan KPK dan aparat kepolisian yang menyiapkan peralatan forensik lengkap. Seluruh titik yang dipilih meliputi kediaman pribadi, kantor, serta beberapa properti komersial milik tersangka dan pihak terkait. Dalam proses tersebut, KPK berhasil menyita uang tunai senilai Rp95 juta serta sekian surat resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diduga menjadi sarana pemerasan.

Baca juga:

Rincian Penggeledahan dan Temuan

Secara keseluruhan, operasi menembus tujuh tempat: tiga di Tulungagung (dua rumah pribadi dan satu kantor daerah), serta empat di Surabaya (dua apartemen, satu kantor pusat, dan satu gudang penyimpanan barang). Semua lokasi dipilih berdasarkan temuan awal penyelidikan yang menunjukkan adanya aliran uang dan dokumen yang menguatkan dugaan pemerasan.

“KPK secara maraton melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo,” ujar juru bicara KPK dalam konferensi pers singkat setelah operasi selesai. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen KPK untuk menindak tegas setiap indikasi korupsi, terutama yang melibatkan pejabat tinggi daerah.

Uang tunai yang disita ditemukan dalam beberapa amplop tersembunyi di dalam laci meja dan brankas pribadi. Sementara itu, surat OPD yang diambil berisi instruksi internal yang diduga dipakai untuk menekan pejabat daerah lain agar menyerahkan bagian anggaran secara tidak sah. Kedua temuan ini menjadi bukti kuat bagi penyidik untuk melanjutkan proses hukum.

Baca juga:

Penegakan hukum ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Tulungagung dan Surabaya, mengingat kasus pemerasan yang melibatkan pejabat publik dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. Penduduk setempat menyatakan harapan bahwa penyelidikan ini dapat mengungkap jaringan lebih luas yang mungkin melibatkan oknum lain di tingkat provinsi.

Selanjutnya, KPK mengumumkan bahwa hasil penyelidikan akan dilaporkan kepada Kejaksaan Agung untuk diproses lebih lanjut. Pihak penyidik juga menyiapkan laporan lengkap yang mencakup kronologi perolehan uang, alur perintah OPD, serta identifikasi semua pihak yang terlibat dalam skema pemerasan tersebut.

Operasi ini menegaskan kembali strategi KPK yang menitikberatkan pada pendekatan maraton dalam menindak kasus korupsi besar. Dengan menargetkan beberapa lokasi secara bersamaan, KPK berharap dapat mencegah upaya penyembunyian bukti serta menekan jaringan kriminal yang beroperasi lintas wilayah.

Baca juga:

Hasil akhir dari penyelidikan masih menanti keputusan otoritas peradilan, namun langkah awal ini memberikan sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi pejabat publik yang menyalahgunakan kekuasaan demi keuntungan pribadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *