Perguruan Tinggi
Beranda » Berita » Kemenkes Soroti Peran Strategis Poltekkes Kemenkes Jakarta II di Dies Natalis ke-25

Kemenkes Soroti Peran Strategis Poltekkes Kemenkes Jakarta II di Dies Natalis ke-25

Kemenkes Soroti Peran Strategis Poltekkes Kemenkes Jakarta II di Dies Natalis ke-25
Kemenkes Soroti Peran Strategis Poltekkes Kemenkes Jakarta II di Dies Natalis ke-25

Media Pendidikan – 29 April 2026 | Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya institusi pendidikan kesehatan dalam menjawab tantangan penyakit kronis di Indonesia, khususnya penyakit hati, pada perayaan dies natalis ke-25 Polteknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II.

Strategi Pendidikan untuk Menghadapi Penyakit Kronis

Acara peringatan ke-25 tersebut menjadi ajang bagi Kemenkes menyoroti kontribusi Poltekkes Jakarta II dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten. Direktorat tersebut menekankan bahwa lembaga pendidikan kesehatan memiliki peran sentral dalam menghasilkan tenaga ahli yang siap mendukung upaya pencegahan, diagnosis, dan penanganan penyakit kronis yang semakin menular di tanah air.

Baca juga:

“Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan kesehatan dalam menjawab tantangan penyakit kronis di Indonesia, khususnya penyakit hati,” ujar juru bicara Direktorat dalam sambutan resmi. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus kebijakan pada peningkatan kualitas kurikulum, fasilitas laboratorium, serta kolaborasi antara akademisi dan layanan kesehatan lapangan.

Poltekkes Jakarta II, yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, menempati posisi strategis sebagai penyedia tenaga kesehatan di wilayah Jabodetabek. Selama masa perayaan, diungkapkan data bahwa lulusan institusi ini mencakup lebih dari 2.000 tenaga medis, termasuk perawat, bidan, dan teknisi laboratorium, yang tersebar di rumah sakit pemerintah maupun swasta.

Baca juga:

Fokus utama pada penyakit hati muncul karena tingginya prevalensi kondisi tersebut di Indonesia, termasuk sirosis dan hepatitis. Dengan mengintegrasikan modul khusus tentang hepatologi dalam program studi, Poltekkes Jakarta II berupaya menyiapkan generasi profesional yang mampu melakukan skrining dini, edukasi masyarakat, serta penanganan klinis yang efektif.

Selain itu, Poltekkes Jakarta II aktif dalam program riset bersama Kemenkes, yang melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek survei epidemiologi dan uji klinis terbatas. Upaya kolaboratif ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga menyediakan data real‑time bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi kesehatan nasional.

Baca juga:

Dalam rangka memperkuat jaringan, institusi tersebut juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit rujukan di Jakarta, sehingga mahasiswa dapat melakukan praktik klinis langsung di lingkungan yang menuntut standar tinggi. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi beban kerja di sektor kesehatan yang semakin kompleks.

Kesimpulannya, dies natalis ke-25 Poltekkes Kemenkes Jakarta II bukan sekadar perayaan historis, melainkan momentum strategis bagi Kemenkes untuk menegaskan kembali peran vital institusi pendidikan kesehatan dalam memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia, khususnya dalam menghadapi penyakit kronis seperti penyakit hati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *