Nasional
Beranda » Berita » JK Ungkap Momen Langka Jokowi Sungkem Sebelum Jadi Gubernur DKI: “Saya Bawa Dari Solo”

JK Ungkap Momen Langka Jokowi Sungkem Sebelum Jadi Gubernur DKI: “Saya Bawa Dari Solo”

JK Ungkap Momen Langka Jokowi Sungkem Sebelum Jadi Gubernur DKI: "Saya Bawa Dari Solo"
JK Ungkap Momen Langka Jokowi Sungkem Sebelum Jadi Gubernur DKI: "Saya Bawa Dari Solo"

Media Pendidikan – 19 April 2026 | Foto lama yang baru muncul kembali menghebohkan publik setelah menampilkan Presiden Joko Widodo dalam aksi tradisional sungkem di Solo. Foto tersebut diungkapkan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada sebuah acara wawancara, mengingatkan kembali momen pribadi sang pemimpin sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam gambar, terlihat Jokowi menunduk hormat kepada seorang wanita yang diyakini sebagai ibunya, melakukan sungkem—sebuah kebiasaan Jawa yang menandakan rasa hormat dan kasih sayang kepada orang tua. JK menegaskan bahwa ia adalah orang yang mengantar Jokowi dari Solo ke panggung politik yang lebih tinggi, dengan menambahkan, “Saya yang bawa dari Solo!” Pernyataan tersebut menimbulkan spekulasi tentang peran jaringan dan dukungan pribadi dalam perjalanan karier politik sang presiden.

Baca juga:

Penampilan sungkem itu menjadi sorotan karena jarang terlihat dalam dokumentasi publik sebelumnya. Tradisi sungkem biasanya dilakukan dalam situasi keluarga atau upacara adat, bukan dalam konteks politik. Masyarakat media sosial langsung bereaksi, menilai foto tersebut sebagai bukti kedekatan Jokowi dengan nilai-nilai budaya Jawa dan menyoroti sisi manusiawi sang pemimpin.

JK menjelaskan bahwa foto tersebut diambil pada kunjungan pribadi Jokowi ke kampung halamannya di Solo, sebelum ia resmi mengemban tugas sebagai Gubernur DKI. “Saya ingat saat itu Jokowi masih mengabdikan diri di Solo, dan kami sempat mengobrol tentang langkah selanjutnya,” ujar JK dalam wawancara. Ia menambahkan bahwa momen sungkem itu terjadi dalam suasana hangat keluarga, memperlihatkan rasa hormat Jokowi kepada orang tuanya sebelum melangkah ke panggung politik nasional.

Baca juga:

Para pengamat politik menilai bahwa pengungkapan JK menambah dimensi baru pada narasi kepemimpinan Jokowi. Mereka menekankan pentingnya nilai-nilai budaya dalam membentuk citra publik seorang pemimpin, serta bagaimana dukungan personal dapat mempercepat pergerakan karier. Namun, beberapa kritikus mengingatkan agar tidak mengaburkan fakta dengan menafsirkan foto tersebut sebagai bukti politik semata.

Sejak foto itu beredar, berbagai platform berita melaporkan kembali jejak karier Jokowi, menyoroti transisinya dari kepala daerah di Solo hingga menjadi Gubernur DKI, dan akhirnya Presiden Republik Indonesia. Meskipun foto tersebut tidak menampilkan tanggal atau konteks resmi, keberadaannya menegaskan kembali kedekatan sang presiden dengan akar budaya Jawa yang terus menjadi bagian penting dalam narasi publiknya.

Baca juga:

Ke depannya, JK menegaskan akan terus mengingatkan publik tentang nilai-nilai kekeluargaan yang mempengaruhi keputusan politik. Sementara itu, publik diharapkan dapat menilai kembali peran tradisi dalam kehidupan politik Indonesia, khususnya ketika tokoh-tokoh utama menampilkan sisi pribadi mereka di tengah sorotan media.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *