Internasional
Beranda » Berita » Iran Tidak Berencana Hadir dalam Negosiasi AS di Pakistan, Tekankan Penghapusan Blokade

Iran Tidak Berencana Hadir dalam Negosiasi AS di Pakistan, Tekankan Penghapusan Blokade

Iran Tidak Berencana Hadir dalam Negosiasi AS di Pakistan, Tekankan Penghapusan Blokade
Iran Tidak Berencana Hadir dalam Negosiasi AS di Pakistan, Tekankan Penghapusan Blokade

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Teheran menegaskan bahwa tidak ada rencana bagi Iran untuk berpartisipasi dalam pertemuan lanjutan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan. Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa utusan khususnya telah dikirim ke Pakistan pada Senin, 20 April 2026, untuk melanjutkan dialog yang sebelumnya berlangsung selama 21 jam pada 11 April.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyampaikan bahwa sumber-sumber dalam pemerintah Tehran menyatakan “saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran selanjutnya dari pembicaraan Iran‑AS”. Kutipan tersebut menggarisbawahi sikap hati‑hati Iran yang menilai kondisi negosiasi masih belum kondusif. Kantor berita Fars dan Tasnim menambahkan bahwa suasana secara keseluruhan tidak dapat dinilai sangat positif, dan pencabutan blokade ekonomi oleh Amerika Serikat menjadi prasyarat utama bagi Tehran.

Baca juga:

IRNA, lembaga berita resmi Iran, menyoroti bahwa tuntutan Amerika dianggap tidak masuk akal dan tidak realistis. “Dalam keadaan seperti ini, tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang membuahkan hasil,” ujar juru bicara IRNA. Penekanan pada blokade mencerminkan keprihatinan Iran terhadap sanksi yang masih berlaku, meski gencatan senjata dengan Israel diperkirakan akan berakhir dalam tiga hari mendatang.

Negosiasi pertama di Islamabad pada 11 April berlangsung selama 21 jam namun berakhir tanpa kesepakatan. Meskipun tidak ada hasil konkret, proses tersebut membuka jalur diplomatik yang masih dipertahankan oleh kedua belah pihak. Trump dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu, 19 April, menyatakan, “Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya.” Namun, ia juga menambahkan ancaman akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran jika tidak tercapai kesepakatan.

Baca juga:

Di sisi keamanan, polisi Pakistan menyiapkan pos pemeriksaan di sekitar Masjid Faisal, menyiapkan infrastruktur untuk menjadi tuan rumah fase kedua pembicaraan perdamaian. Foto-foto Reuters menampilkan petugas bersiaga, menandakan keseriusan Pakistan dalam memfasilitasi dialog meski partisipasi Iran masih diragukan.

Jika Iran tetap menolak hadir, kemungkinan besar proses diplomatik akan terhenti hingga Amerika Serikat memenuhi tuntutan penghapusan blokade. Hal ini dapat memperpanjang ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama mengingat gencatan senjata dengan Israel akan berakhir dalam hitungan hari. Pengamatan para analis menyatakan bahwa tanpa langkah konkret dari Washington, Tehran mungkin akan terus menolak kehadiran dalam pertemuan selanjutnya, memperpanjang kebuntuan yang sudah berlangsung lama.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *