Nasional
Beranda » Berita » Flyover dan Underpass Jadi Solusi Utama Atasi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Flyover dan Underpass Jadi Solusi Utama Atasi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Flyover dan Underpass Jadi Solusi Utama Atasi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang
Flyover dan Underpass Jadi Solusi Utama Atasi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Media Pendidikan – 30 April 2026 | Jalan raya di seluruh Indonesia masih dipenuhi perlintasan sebidang yang bersifat sementara, menimbulkan risiko tinggi bagi pengguna. Kecelakaan fatal terus muncul, memaksa pemerintah mengeluarkan aturan tegas untuk mengubah perlintasan tersebut menjadi struktur yang tidak bersinggungan, seperti flyover atau underpass.

Aturan Baru dan Tujuannya

Dalam upaya menurunkan angka kecelakaan, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa setiap perlintasan sebidang harus dikonversi menjadi fasilitas tak sebidang dalam jangka waktu tertentu. Kebijakan ini menargetkan penurunan signifikan pada insiden maut yang selama ini terjadi di titik-titik rawan.

Baca juga:

“Kecelakaan maut di perlintasan sebidang terus terjadi,” ujar pejabat terkait dalam rapat koordinasi akhir pekan lalu. Pernyataan tersebut menegaskan urgensi tindakan cepat, mengingat data kepolisian menunjukkan perlintasan sebidang tetap menjadi penyumbang utama kecelakaan lalu lintas.

Strategi konversi meliputi dua opsi utama: membangun flyover—jembatan penyeberangan di atas jalur utama—atau underpass—terowongan yang memungkinkan kendaraan melintasi secara terpisah. Pilihan antara keduanya disesuaikan dengan kondisi geografis, volume lalu lintas, dan ketersediaan lahan.

Implementasi di Lapangan

Beberapa daerah telah memulai proyek percontohan. Misalnya, di wilayah Jawa Barat, satu perlintasan sebidang yang dikenal rawan kecelakaan telah ditutup sementara untuk pembangunan flyover setinggi 7 meter. Proyek tersebut diperkirakan selesai dalam dua tahun, dengan anggaran yang dialokasikan melalui dana infrastruktur nasional.

Baca juga:

Di sisi lain, provinsi Sulawesi Selatan memilih solusi underpass karena topografi yang bergelombang. Pembangunan underpass di daerah tersebut diharapkan dapat mengurangi interaksi langsung antara kendaraan dan kereta api, yang selama ini menjadi titik kritis.

Seluruh proyek akan diawasi oleh tim gabungan yang terdiri dari ahli teknik sipil, perencana transportasi, dan aparat keamanan. Tim ini bertugas memastikan standar keselamatan terpenuhi, serta menghindari penundaan yang dapat memperpanjang masa risiko bagi pengguna jalan.

Data Pendukung dan Dampak yang Diharapkan

Pengalaman negara lain, seperti Jepang dan Belanda, menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur tak sebidang memberikan rasio manfaat ekonomi yang tinggi, terutama melalui penghematan biaya perawatan medis dan peningkatan produktivitas.

Baca juga:

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat proses perizinan, sekaligus membuka peluang kerja bagi kontraktor lokal. Diharapkan, dengan sinergi antara kebijakan, dana, dan pelaksanaan, flyover dan underpass menjadi pemandangan umum di jaringan jalan raya Indonesia.

Jika implementasi berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan lancar, serta mengurangi beban sosial akibat kecelakaan lalu lintas yang selama ini menjadi beban berat bagi keluarga korban.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *