Media Pendidikan – 05 April 2026 | Sabtu sore, 5 April 2026, FC Volendam menjadi tuan rumah Feyenoord dalam laga Eredivisie yang berakhir tanpa gol. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kras Stadion ini berujung pada hasil imbang 0-0, menambah tekanan pada Feyenoord yang berada di posisi kedua klasemen setelah kehilangan tiga poin penting.
Laga Berakhir Imbang 0-0
Sejak peluit pertama, kedua tim menunjukkan kesulitan menciptakan peluang jelas. Volendam, yang bermain di depan pendukungnya dalam cuaca berangin, hampir membuka skor pada menit ke-12 ketika sebuah umpan silang dari Joel Ideho menabrak tiang gawang, kemudian Aurelio Oehlers gagal menuntaskan peluang tersebut. Di sisi lain, Feyenoord mengandalkan kecepatan Raheem Sterling dan kreativitas Igor Paixão Borges, namun serangan mereka selalu terhenti sebelum mencapai kotak penalti.
Kesempatan yang Hilang
Setelah jeda, Feyenoord meningkatkan intensitas. Jakub Moder dan Ayase Ueda masing-masing menciptakan peluang, namun tembakan mereka tidak mengancam. Volendam juga mencoba bangkit lewat Robert Mühen, yang masuk sebagai pengganti dan menambah variasi serangan, namun tidak ada yang berhasil menembus pertahanan Rotterdam. Menjelang menit ke-68, Ayase Ueda dijatuhkan di dalam kotak penalti, namun wasit Allard Lindhout memutuskan tidak memberi penalti, keputusan yang kemudian dipertanyakan oleh VAR Dennis Higler yang juga tidak mengintervensi.
Kontroversi Wasit dan VAR
Keputusan tersebut menambah daftar kontroversi dalam pertandingan. Selain insiden Ueda, Sterling juga mengalami tantangan keras dari defender Volendam Mawouna Amevor, namun hanya sebagian bola yang bersentuhan. Kedua insiden tersebut menimbulkan protes keras dari pelatih Feyenoord Robin van Persie, yang menerima kartu kuning karena memperlihatkan kekecewaannya. Di media sosial, pendukung Feyenoord menyebut keputusan Lindhout “skandal” dan menyoroti kurangnya peran VAR dalam menegakkan keadilan.
Reaksi Pendukung dan Dampak pada Klasemen
Suasana di tribun Volendam tidak kalah panas. Supporter tuan rumah menyanyikan chant “Bommen op Rotterdam” dan “Feyenoord dood”, memicu kebingungan di antara pendukung Rotterdam yang tidak mengharapkan rivalitas intens seperti ini. Beberapa komentar di X (Twitter) menilai chant tersebut berlebihan dan mengancam citra sportivitas. Sementara itu, di luar lapangan, hasil imbang ini memberi PSV kesempatan mengukuhkan gelar juara Eredivisie, karena Feyenoord gagal memperkecil jarak poin. Feyenoord tetap berada di posisi kedua, selisih tipis dengan NEC yang akan menjadi lawan berikutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan antara FC Volendam dan Feyenoord menunjukkan kombinasi taktik defensif, peluang yang terlewat, dan keputusan arbitrase yang memicu perdebatan. Kedua tim harus menilai kembali strategi serangan mereka, sementara Feyenoord harus mengatasi kritik publik dan mencari cara mengembalikan performa mereka dalam sisa musim.


Komentar