Hiburan
Beranda » Berita » Doni Salmanan Kembali ke Instagram, Netizen Kecam Panen Duit Meski Korbannya Terpuruk

Doni Salmanan Kembali ke Instagram, Netizen Kecam Panen Duit Meski Korbannya Terpuruk

Doni Salmanan Kembali ke Instagram, Netizen Kecam Panen Duit Meski Korbannya Terpuruk
Doni Salmanan Kembali ke Instagram, Netizen Kecam Panen Duit Meski Korbannya Terpuruk

Media Pendidikan – 13 April 2026 | Setelah menjalani empat tahun penjara, Doni Salmanan kembali muncul di panggung publik lewat unggahan di Instagram bersama sang istri. Pengumuman tersebut menandai kembalinya figur kontroversial tersebut ke dunia maya sekaligus menimbulkan reaksi keras dari netizen yang menilai aksi tersebut tak sensitif mengingat banyak korban yang dilaporkan jatuh miskin akibat praktik penipuan yang dipimpinnya.

Pengumuman Kembalinya Doni Salmanan

Pada hari Rabu, 10 April 2026, Doni Salmanan mengunggah foto bersama istrinya di akun Instagram pribadinya. Pada keterangan foto, ia menulis bahwa dirinya kini menikmati kebebasan setelah masa hukuman selesai. Unggahan itu langsung mendapatkan ratusan komentar, sebagian besar menyoroti fakta bahwa Doni kembali mengumpulkan uang melalui platform digital meski reputasinya masih tercoreng.

Baca juga:

Reaksi Netizen dan Kritik Publik

Segera setelah unggahan tersebut tersebar, komentar keras mengalir dari para pengguna media sosial. Salah satu komentar yang menjadi viral menuliskan, “Dia malah ngumpulin duit di IG, padahal banyak orang yang jadi korban jatuh miskin”. Komentar serupa menekankan bahwa tindakan Doni terkesan melupakan penderitaan korban yang dilaporkan kehilangan tabungan dan rumah akibat skema penipuan yang dijalankannya.

Beberapa netizen juga menyebutkan data resmi yang menunjukkan bahwa lebih dari 10.000 orang melaporkan kerugian finansial akibat kasus tersebut, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 250 miliar. Banyak di antara mereka yang kini hidup dalam kondisi ekonomi yang rapuh, bahkan terpaksa menjual aset untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Baca juga:

Data Pendukung dan Dampak Ekonomi

Data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat bahwa kasus penipuan yang melibatkan Doni Salmanan menimbulkan kerugian terbesar dalam sejarah penipuan online di Indonesia pada tahun 2022. Laporan tersebut mencatat bahwa mayoritas korban berusia antara 25 hingga 45 tahun, dengan mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta kecil dan pekerja lepas.

Para ahli ekonomi menilai bahwa dampak jangka panjang dari skema penipuan semacam ini dapat memperparah ketimpangan ekonomi, terutama di daerah-daerah dengan tingkat pengangguran tinggi. “Kasus seperti ini menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap platform investasi digital, yang pada gilirannya dapat menurunkan partisipasi ekonomi digital secara keseluruhan,” ujar Dr. Budi Santoso, pakar ekonomi digital.

Baca juga:

Perkembangan Terbaru dan Penutup

Saat ini, otoritas masih memantau aktivitas online Doni Salmanan. Pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti setiap indikasi pelanggaran baru yang mungkin muncul, termasuk potensi penipuan berulang melalui media sosial. Sementara itu, komunitas korban terus menggalang dukungan melalui grup online, menuntut kompensasi dan keadilan yang lebih tegas.

Kasus comeback Doni Salmanan menegaskan kembali bahwa sorotan publik terhadap tokoh publik yang terlibat skandal tidak hanya sekadar mengkritik perilaku pribadi, melainkan juga menyoroti dampak sosial‑ekonomi yang meluas. Bagaimana langkah hukum selanjutnya dan respons publik akan menjadi indikator penting dalam menilai upaya penegakan keadilan bagi ribuan korban yang masih berjuang keluar dari kemiskinan pasca‑penipuan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *