Media Pendidikan – 05 April 2026 | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, melakukan peninjauan lapangan pada Minggu, 5 April 2025 di sejumlah titik strategis sepanjang jalur rel yang melintasi kawasan padat penduduk Jakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan program pemerintah pusat yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara dalam rangka menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Rombongan inspeksi memulai perjalanan dari wilayah Tanah Abang, melanjutkan ke kawasan sekitar Jalan Kemukus, hingga mencapai titik akhir di Kampung Bandan. Selama perjalanan, tim meninjau kondisi permukiman yang berdampingan dengan infrastruktur perkeretaapian, mengidentifikasi area yang berpotensi dikembangkan menjadi rumah susun (rusun) vertikal, serta menilai kebutuhan penataan kembali lingkungan sekitar rel demi meningkatkan keselamatan operasional kereta api.
Dalam sambutannya, Menteri Maruarar menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor swasta. “Kami bekerja cepat untuk kepentingan rakyat, dan hari ini sudah ada langkah konkret melalui rencana pembangunan rumah susun di lahan negara. Ini merupakan hasil sinergi pemerintah, BUMN, dan swasta untuk menghadirkan hunian yang lebih layak dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Maruarar. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan cukup rendah, khususnya di wilayah metropolitan yang mengalami tekanan ruang.
Chief Operating Officer (COO) dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, yang turut hadir, menegaskan bahwa proses inventarisasi awal akan menjadi dasar penyusunan langkah penataan yang lebih terarah. “Program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Melalui sinergi antara Kementerian dan BUMN, kami optimistis penyediaan perumahan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” kata Dony.
Setelah meninjau kondisi lapangan, Dirut KAI menyampaikan rencana tiga langkah utama yang akan segera dilaksanakan:
- Inventarisasi menyeluruh terhadap permukiman warga di sekitar jalur rel, dimulai dari titik prioritas dan diperluas ke wilayah lain.
- Pengamanan area perkeretaapian untuk memastikan keselamatan operasional kereta api dan penghuni sekitar.
- Kolaborasi intensif dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta pihak swasta untuk merancang solusi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk pembangunan rumah susun vertikal dan perbaikan infrastruktur pendukung.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perumahan vertikal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga mengoptimalkan konektivitas dengan jaringan transportasi publik. Dengan menempatkan hunian di dekat stasiun dan jalur kereta, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi gas rumah kaca di wilayah metropolitan.
Selain fokus pada penyediaan rumah susun, tim inspeksi juga menilai kondisi eksisting rel dan fasilitas pendukung seperti jembatan penyeberangan, pos keamanan, serta sistem sinyal. Hasil peninjauan awal menjadi acuan bagi KAI dalam menyusun program perbaikan dan penyesuaian teknis, sehingga tidak mengganggu operasi kereta api yang sudah berjalan secara intensif di wilayah tersebut.
Dalam konteks kebijakan perumahan nasional, program ini selaras dengan agenda pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas perumahan. Dengan memanfaatkan lahan negara yang berada di pinggiran rel, diharapkan dapat tercipta ekosistem hunian terintegrasi, yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas umum seperti ruang terbuka hijau, pusat layanan kesehatan, dan fasilitas pendidikan.
Secara keseluruhan, kunjungan lapangan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mengatasi tantangan perumahan di kawasan padat penduduk, sekaligus memperkuat peran KAI sebagai pemilik lahan strategis yang dapat berkontribusi pada agenda pembangunan nasional. Dengan sinergi antara kementerian, BUMN, dan sektor swasta, diharapkan proyek perumahan vertikal dapat terealisasi dalam jangka waktu yang relatif singkat, memberikan manfaat langsung bagi ribuan keluarga yang selama ini mengalami kesulitan akses hunian layak.
Ke depan, KAI berkomitmen untuk memperluas program inventarisasi dan penataan lahan ke seluruh wilayah Indonesia, menjadikan jaringan rel tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan perumahan berkelanjutan yang mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat.


Komentar