Media Pendidikan – 23 April 2026 | Pada sore 23 April 2024, tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menerima laporan kebakaran di sebuah warung nasi goreng sekitar pukul 17.10 WIB. Laporan tersebut ternyata tidak berakar pada kebakaran nyata, melainkan buatan debt collector (DC) yang mengatasnamakan layanan pinjaman online (pinjol) dengan tujuan menagih utang.
Setelah menerima laporan, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar, Tantri Pradono, langsung mengirim dua armada kendaraan pemadam ke lokasi. “Kami terima adanya warung nasi goreng kebakaran. Kami langsung tindaklanjuti dan mengirim 2 armada ke lokasi, tapi ternyata tidak ada apa-apa,” ujar Tantri kepada media. Tim menemukan bahwa tidak ada api, asap, maupun kerusakan yang mengindikasikan kebakaran.
Mengetahui bahwa laporan tersebut merupakan tipuan, Tantri menghubungi kembali pelapor. Pelapor kemudian mengakui dirinya adalah seorang DC pinjol yang berusaha menagih orang yang bekerja di warung tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan kebakaran itu dimaksudkan sebagai cara memaksa pembayaran utang, sebuah praktek yang disebutnya “prank” namun memiliki konsekuensi serius bagi layanan darurat.
Tantri menegaskan langkah tegas akan diambil. “Saya beri dia waktu 2×24 jam untuk ke Semarang memberikan klarifikasi karena ngakunya orang Surabaya. Kami juga akan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Semarang karena sangat keterlaluan,” tegasnya. Pihak Damkar menyiapkan dokumen dan bukti untuk diserahkan kepada kepolisian setempat guna proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menambah catatan penipuan berbasis laporan darurat yang mengganggu operasi layanan publik. Meskipun tidak ada data kuantitatif dalam laporan, insiden ini menyoroti kerentanan sistem pelaporan kebakaran yang dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi, mengalihkan sumber daya pemadam kebakaran dari situasi yang memang membutuhkan bantuan.
Ke depan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang berkomitmen meningkatkan verifikasi awal terhadap laporan kebakaran, serta berkoordinasi lebih erat dengan aparat kepolisian untuk mencegah penyalahgunaan serupa. Masyarakat diimbau untuk melaporkan kejadian mencurigakan secara akurat dan menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.


Komentar