Internasional
Beranda » Berita » Curhat Sukri: Cemas Haji di Tengah Perang Iran-Israel

Curhat Sukri: Cemas Haji di Tengah Perang Iran-Israel

Curhat Sukri: Cemas Haji di Tengah Perang Iran-Israel
Curhat Sukri: Cemas Haji di Tengah Perang Iran-Israel

Media Pendidikan – 21 April 2026 | Seorang jemaah haji bernama Sukri yang berasal dari Probolinggo, Jawa Timur, mengungkapkan rasa khawatirnya menjelang pelaksanaan ibadah haji. Kekhawatiran tersebut muncul karena ketegangan yang memuncak antara Iran dan Israel, dua negara yang berada di wilayah Timur Tengah, wilayah transit utama bagi ribuan jamaah Indonesia setiap tahun.

“Saya merasa cemas karena konflik di Timur Tengah dapat mengancam keselamatan kami,” ujar Sukri dalam sebuah curhat yang disampaikan kepada media lokal. Pernyataan tersebut mencerminkan kecemasan kolektif di antara para calon jamaah yang tengah menyiapkan diri secara spiritual maupun fisik untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Baca juga:

Di samping faktor keamanan, Sukri juga menyoroti dampak psikologis yang dirasakan oleh jemaah. Ketidakpastian terkait situasi di wilayah transit dapat memengaruhi konsentrasi ibadah, terutama bagi mereka yang belum pernah menunaikan haji sebelumnya. Ia berharap pihak terkait, baik pemerintah maupun otoritas haji, dapat memberikan kepastian dan update informasi yang akurat.

Baca juga:

Pihak Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyatakan bahwa mereka terus memantau situasi di Timur Tengah. Meskipun belum ada keputusan resmi untuk menunda atau mengubah jadwal keberangkatan, otoritas berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh jemaah, termasuk dengan menyiapkan alternatif rute bila diperlukan.

Baca juga:

Dengan latar belakang ketegangan antara Iran dan Israel yang terus berkembang, curhat Sukri menjadi gambaran nyata betapa kondisi geopolitik dapat memengaruhi rencana ibadah jutaan umat Islam. Ia menutup curhatnya dengan harapan agar perdamaian dapat segera terwujud, sehingga perjalanan haji dapat berlangsung tanpa ancaman keamanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *