Media Pendidikan – 14 April 2026 | JAKARTA, 13 April 2026 – Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, bersama sejumlah ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia menggelar konferensi pers di Jakarta pada Senin (13/4/2026). Dalam acara tersebut mereka menekankan pentingnya persatuan umat Islam sebagai landasan utama untuk mengakhiri konflik yang terus mengguncang kawasan Timur Tengah.
Para tokoh menilai bahwa eskalasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta situasi kemanusiaan yang belum pulih di Gaza, merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, serta hak asasi manusia. Mereka memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu krisis politik dan ekonomi global, bahkan berpotensi meluas menjadi perang yang lebih luas.
“Perang yang berkelanjutan akan membawa malapetaka dunia dan kehancuran peradaban manusia,” ujar salah satu cendekiawan yang hadir. Seruan tersebut menegaskan perlunya pendekatan “islah syamilah” atau perbaikan menyeluruh, yang mencakup penghentian perang secara permanen dan penyelesaian konflik secara adil.
Kelompok ini juga menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional, dan Mahkamah Pidana Internasional, mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap memicu atau memperparah konflik. Penegakan prinsip hak asasi manusia, demokrasi, dan hukum internasional tanpa standar ganda menjadi poin penting dalam seruan mereka.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa wilayah Gaza masih dalam fase pemulihan, dengan infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih masih terbatas. Sementara itu, ketegangan di wilayah perbatasan Iran‑Israel terus meningkat, meningkatkan risiko terjadinya benturan militer lebih luas.
Para cendekiawan berharap bahwa tekanan kolektif dari komunitas internasional dapat menghentikan permusuhan yang sedang berlangsung dan membuka jalan bagi tatanan dunia yang damai, adil, dan beradab. Mereka menutup konferensi dengan harapan bahwa persatuan umat Islam dapat menjadi katalisator utama dalam proses perdamaian regional.


Komentar