Olahraga
Beranda » Berita » Barcelona Tetap Puasa Gelar Liga Champions Selama 11 Tahun Usai Tertusuk Atletico Madrid, Rekor 15 Gelar Real Madrid Semakin Tak Terjangkau

Barcelona Tetap Puasa Gelar Liga Champions Selama 11 Tahun Usai Tertusuk Atletico Madrid, Rekor 15 Gelar Real Madrid Semakin Tak Terjangkau

Barcelona Tetap Puasa Gelar Liga Champions Selama 11 Tahun Usai Tertusuk Atletico Madrid, Rekor 15 Gelar Real Madrid Semakin Tak Terjangkau
Barcelona Tetap Puasa Gelar Liga Champions Selama 11 Tahun Usai Tertusuk Atletico Madrid, Rekor 15 Gelar Real Madrid Semakin Tak Terjangkau

Media Pendidikan – 15 April 2026 | Barcelona resmi menambah panjang masa puasa gelar di kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa setelah tersingkirkan oleh Atletico Madrid pada fase knockout Liga Champions. Kekalahan ini menandai tahun ke-11 sejak klub asal Catalunya terakhir menjuarai turnamen tersebut pada 2015, sementara rival domestik Real Madrid kini memegang rekor 15 gelar yang semakin jauh dari jangkauan Blaugrana.

Di Stadion Wanda Metropolitano, Atletico Madrid berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor agregat 4-2 dalam laga berulang pada tanggal 12 April 2026. Gol penentu datang dari Luis Suárez pada menit ke-78 babak kedua, mengamankan kemenangan 2-1 di masa perpanjangan waktu dan menutup peluang Barca melaju ke perempat final.

Baca juga:

Sejak kemenangan dramatis atas Juventus di final 2015, Barcelona belum mengulang prestasi serupa. Sepuluh musim berturut‑turut, klub tersebut gagal menembus semifinal atau final, meski sempat mendekati babak terakhir pada 2020‑21 dengan keluar di fase grup setelah menelan kekalahan tipis dari Paris Saint‑Germain. Selama 11 tahun, Barcelona hanya mencatat tiga penampilan di fase knockout, yaitu 2016, 2019, dan 2022, semuanya berakhir sebelum semifinal.

Sementara itu, Real Madrid memperpanjang dominasinya dengan meraih gelar ke-15 pada musim 2025‑26 setelah menaklukkan Manchester City di final dengan skor 3-1. Keberhasilan tersebut menempatkan mereka 5 gelar lebih banyak dibanding Barcelona, dan menegaskan kesenjangan antara dua raksasa Spanyol dalam kompetisi Eropa.

Baca juga:

“Kami tetap bertekad untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa,” ujar Xavi Hernández, pelatih Barcelona, dalam konferensi pers usai kekalahan. “Setiap musim kami membangun skuad yang lebih kuat, dan kami percaya bahwa masa depan akan kembali bersinar bagi Blaugrana.”

Data statistik menunjukkan bahwa Barcelona telah mencatat 58 penampilan di Liga Champions sejak era modern, dengan 4 kali menjadi juara, 5 kali runner‑up, dan 12 kali mencapai semifinal. Namun, dalam 11 tahun terakhir, hanya 2 kali mereka berhasil melaju hingga fase perempat final, sedangkan Real Madrid mencatat 9 penampilan di semifinal dan 6 final dalam periode yang sama.

Baca juga:

Para analis sepak bola menilai bahwa krisis Barcelona tidak hanya disebabkan oleh kekalahan di satu laga, melainkan juga oleh permasalahan struktural seperti pergantian manajer yang sering, kebijakan transfer yang tidak konsisten, dan persaingan internal yang menghambat stabilitas tim. Di sisi lain, Real Madrid terus memperkuat skuad dengan pemain berbakat dan melatih taktik yang adaptif, menjadikan mereka favorit terus menerus.

Ke depan, Barcelona berjanji akan meningkatkan investasi pada akademi La Masia dan memperkuat lini serang serta lini tengah. Sementara Real Madrid tampaknya akan menargetkan gelar ke-16 pada musim berikutnya, memperkuat posisi mereka sebagai klub paling sukses di Liga Champions.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *