Sains & Teknologi
Beranda » Berita » Ban Mobil Listrik: Investasi Jangka Panjang yang Tingkatkan Efisiensi EV

Ban Mobil Listrik: Investasi Jangka Panjang yang Tingkatkan Efisiensi EV

Ban Mobil Listrik: Investasi Jangka Panjang yang Tingkatkan Efisiensi EV
Ban Mobil Listrik: Investasi Jangka Panjang yang Tingkatkan Efisiensi EV

Media Pendidikan – 22 April 2026 | Penelitian terbaru mengungkap bahwa ban pada kendaraan listrik mengalami keausan lebih cepat dibandingkan kendaraan bermesin bakar, dengan selisih sekitar 15–20 persen. Temuan ini menyoroti peran penting ban mobil listrik dalam menentukan efisiensi operasional serta menjadi pertimbangan investasi jangka panjang bagi pemilik kendaraan listrik.

Dampak Keausan pada Efisiensi EV

Beberapa studi yang dilakukan oleh lembaga riset otomotif menunjukkan bahwa karakteristik khusus kendaraan listrik—seperti torsi instan, berat baterai yang lebih besar, serta penggunaan sistem regeneratif—menyebabkan tekanan tambahan pada permukaan ban. Akibatnya, ban mengalami keausan yang lebih signifikan, mempercepat kebutuhan penggantian hingga 15–20 persen lebih cepat dibandingkan mobil konvensional.

Baca juga:

“Ban mobil listrik cenderung aus lebih cepat, hingga 20% lebih tinggi dibandingkan ban konvensional,” ujar Dr. Rina Santoso, peneliti senior di Pusat Teknologi Otomotif Nasional. “Hal ini wajib dipertimbangkan oleh konsumen dan produsen dalam merencanakan siklus perawatan serta biaya operasional jangka panjang.”

Peningkatan laju keausan tidak hanya memengaruhi biaya pemeliharaan, tetapi juga memengaruhi efisiensi energi kendaraan. Ban yang sudah aus meningkatkan rolling resistance, sehingga motor listrik harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan jarak tempuh yang sama. Dalam konteks mobil listrik, di mana setiap kilowatt‑jam energi sangat berharga, penurunan efisiensi akibat keausan ban dapat mengurangi jangkauan tempuh secara signifikan.

Baca juga:

Data yang dirilis oleh asosiasi produsen ban menunjukkan bahwa rata‑rata umur pakai ban pada EV di Indonesia berada pada kisaran 30.000–35.000 kilometer, sementara pada mobil bensin dapat mencapai 40.000 kilometer atau lebih. Selisih ini menimbulkan kebutuhan investasi tambahan bagi pemilik EV, baik dalam bentuk anggaran penggantian ban maupun pemilihan ban dengan teknologi khusus yang dirancang untuk menahan beban EV.

Meskipun demikian, para ahli menekankan bahwa pemilihan ban yang tepat dapat menjadi strategi investasi yang menguntungkan. Ban dengan bahan komposit yang lebih tahan lama atau desain tapak khusus untuk EV dapat memperpanjang masa pakai hingga mendekati standar mobil konvensional, sekaligus menjaga efisiensi energi. Dengan demikian, ban mobil listrik tidak hanya berperan sebagai komponen konsumsi, melainkan sebagai elemen kunci dalam mengoptimalkan total cost of ownership.

Baca juga:

Ke depan, produsen kendaraan listrik dan produsen ban diperkirakan akan meningkatkan kolaborasi riset untuk menciptakan solusi ban yang lebih ramah lingkungan dan tahan lama. Pengguna diharapkan dapat memanfaatkan informasi ini untuk membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas, sekaligus menyiapkan anggaran perawatan yang realistis guna memaksimalkan nilai investasi jangka panjang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *