Media Pendidikan – 13 April 2026 | JAKARTA – Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, menyampaikan catatan kritis terhadap rencana pembangunan empat pelabuhan logistik baru di Bali yang menjadi bagian dari proyek ambisius Koster. Menurutnya, inisiatif tersebut berisiko menimbulkan pemborosan sumber daya bila tidak diimbangi dengan perencanaan matang dan koordinasi lintas sektor.
Proyek Koster direncanakan untuk memperluas jaringan pelabuhan logistik di Pulau Dewata, dengan tujuan meningkatkan konektivitas maritim serta mendukung pertumbuhan sektor logistik nasional. Empat lokasi yang diusulkan akan menjadi titik masuk utama barang-barang masuk dan keluar, mengurangi ketergantungan pada pelabuhan tradisional yang saat ini melayani mayoritas aktivitas perdagangan.
Namun, ALFI mengingatkan bahwa Bali sudah memiliki sejumlah pelabuhan yang berfungsi optimal, sehingga penambahan empat fasilitas baru dapat menimbulkan duplikasi kapasitas. “Jika kapasitas yang baru tidak terpakai secara optimal, investasi miliaran rupiah yang dikeluarkan akan menjadi beban yang tidak produktif,” kata Akbar Djohan. Ia menekankan bahwa analisis kebutuhan pasar harus menjadi dasar utama sebelum memutuskan pembangunan.
Selain isu duplikasi, ALFI menyoroti potensi dampak lingkungan yang belum sepenuhnya dipetakan. Pembangunan pelabuhan memerlukan pengerukan, pengerasan pantai, dan penambahan infrastruktur pendukung yang dapat memengaruhi ekosistem pesisir serta kawasan wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. “Kita harus memastikan bahwa proyek tidak merusak aset alam yang selama ini menjadi daya tarik utama pulau ini,” tambahnya.
Berikut beberapa poin utama yang ditekankan oleh ALFI:
- Keberlanjutan finansial: Pastikan proyeksi pendapatan dapat menutupi biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang.
- Integrasi dengan jaringan logistik yang ada: Hindari tumpang tindih dengan pelabuhan yang sudah beroperasi.
- Penilaian dampak lingkungan yang komprehensif: Sertakan mitigasi yang jelas untuk melindungi ekosistem pesisir.
- Keterlibatan stakeholder lokal: Libatkan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri dalam perencanaan.
Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terpadat di Indonesia, menghasilkan volume barang logistik yang signifikan, mulai dari kebutuhan bahan baku konstruksi hingga barang konsumsi untuk sektor pariwisata. Jika dikelola dengan tepat, empat pelabuhan baru berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok, mempercepat distribusi barang, dan membuka lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.
Di sisi lain, ALFI menuntut pemerintah dan investor untuk melakukan studi kelayakan yang transparan, termasuk analisis biaya‑manfaat yang melibatkan data aktual penggunaan pelabuhan. “Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menuntut agar setiap langkah didasarkan pada data yang valid dan pertimbangan ekonomi yang realistis,” tegas Akbar Djohan.
Hingga kini, pihak yang mengusulkan proyek belum memberikan respons resmi terhadap catatan kritis ALFI. Observasi selanjutnya akan bergantung pada bagaimana stakeholder terkait menanggapi rekomendasi tersebut dan apakah rencana pembangunan akan disesuaikan untuk menghindari potensi mubazir.


Komentar