Media Pendidikan – 18 Mei 2026 | Grup band ONE OK ROCK tampil di Indonesia Arena, GBK, Jakarta pada Sabtu (16/5/2026). Mereka hadir dengan album terbaru bertajuk DETOX, yang telah memakan waktu hingga empat tahun untuk dikembangkan. Sang vokalis, Taka, mengakui bahwa proses karya ini bermula dari pemikiran bersama sang gitaris, Toru.
"Sejak saya mulai memikirkannya di otak saya, bersama Toru, mungkin empat tahun. Itu proses yang sangat panjang," ungkap Taka eksklusif kepada kumparan, Sabtu (16/5).
Taka menjelaskan, Detox memiliki makna tentang pembersihan diri.
"Detox berarti segala sesuatu dilepaskan dari tubuhmu, seperti lebih sehat. Tapi kali ini, maksud saya ini menjadi babak baru bagi band, melepaskan sesuatu seperti di pikiran, jiwa, segalanya," tutur Taka.
Untuk memastikan emosi dalam album ini tersampaikan dengan tepat, Taka membuat sebuah buku panduan khusus. Buku ini diberikan kepada produser yang ingin mereka ajak kerja sama.
"Jika produser tersebut tidak ingin berbagi hal besar ini, itu tidak akan menjadi album yang bagus. Jadi kami membuat buku kepada produser. Jika mereka setuju, mereka bisa bergabung," jelas Taka.
Eksplorasi Suara Taka
Sisi teknik vokal juga menjadi tantangan berat. Taka mengaku harus kembali mengeksplorasi teknik suara yang sudah lama tidak ia sentuh secara intens, termasuk teknik screaming dan mencapai nada-nada tinggi yang ekstrem.
"Sudah cukup lama saya tidak mengerjakan hal seperti screaming, nada tinggi, nada-nada tinggi. Jadi bagi saya (yang tersulit) hampir semuanya," kata Taka.
Senada dengan Taka, Toru Yamashita selaku gitaris juga harus bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan warna musik mereka yang kini lebih cadas.
"Lagu-lagu yang lebih heavy terus bermunculan, di situlah kami mengejar cara menciptakan suara ONE OK ROCK yang baru. Kami habiskan banyak waktu di sana," ujar Toru.


Komentar