Pendidikan
Beranda » Berita » Aisyiyah Dorong Perempuan Aktif Bangun Peradaban lewat Pendidikan, Wujudkan Semangat Kartini

Aisyiyah Dorong Perempuan Aktif Bangun Peradaban lewat Pendidikan, Wujudkan Semangat Kartini

Aisyiyah Dorong Perempuan Aktif Bangun Peradaban lewat Pendidikan, Wujudkan Semangat Kartini
Aisyiyah Dorong Perempuan Aktif Bangun Peradaban lewat Pendidikan, Wujudkan Semangat Kartini

Media Pendidikan – 21 April 2026 | Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, pada Selasa, 21 April, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun peradaban bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis yang menyoroti semangat Kartini sebagai landasan gerakan pemberdayaan wanita di era digital.

Organisasi perempuan Muhammadiyah, Aisyiyah, menekankan bahwa kontribusi perempuan tidak boleh terbatas pada ranah domestik. Salmah menambahkan, “Hari Kartini merupakan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali kontribusi perempuan dalam sejarah dan pembangunan bangsa,” menegaskan kembali tujuan organisasi untuk menggerakkan perempuan aktif dalam bidang pendidikan.

Baca juga:

Salmah juga mengingatkan jejak tokoh‑tokoh perempuan Indonesia, seperti Nyai Siti Walidah, Laksamana Malahayati, H.R. Rasuna Said, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, dan Martha Christina Tiahahu, yang telah memberikan sumbangsih signifikan dalam berbagai sektor. Dalam konteks Aisyiyah, ia menyoroti kiprah Siti Umniyah yang pada tahun 1924 mendirikan taman kanak‑kanak sebagai embrio TK Aisyiyah Bustanul Athfal, serta Siti Baroroh Baried yang tercatat sebagai guru besar perempuan pertama di Indonesia.

Data internal Aisyiyah menunjukkan peningkatan partisipasi perempuan pada jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Peningkatan ini dipandang sebagai capaian penting yang harus terus didukung dengan penyediaan akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:

Salmah menekankan perlunya menghapus paradigma yang membatasi perempuan pada pekerjaan rumah tangga. Sejarah Islam dan perjuangan kemerdekaan memperlihatkan perempuan memiliki ruang luas untuk berkontribusi, contohnya Siti Khadijah yang sukses sebagai saudagar dan Siti Aisyah yang dikenal luas akan ilmu pengetahuannya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, PP Aisyiyah meluncurkan program penguatan kapasitas perempuan yang meliputi peningkatan literasi, pemanfaatan teknologi secara produktif, serta penanaman nilai keadaban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini dirancang agar perempuan dapat berperan aktif dalam inovasi digital, sekaligus menjaga nilai‑nilai budaya yang membangun peradaban.

Baca juga:

Salmah menutup dengan harapan bahwa semangat Kartini tidak hanya diperingati pada hari tertentu, melainkan dijadikan gerakan berkelanjutan. “Semangat Kartini harus kita hidupkan, bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai gerakan untuk menghadirkan perempuan yang berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi bagi peradaban bangsa,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *