Media Pendidikan – 26 April 2026 | Jakarta, 2026 – Pada pameran tahunan IndoIntertex 2026, Agansa menonjolkan strategi integrasi teknologi tekstil yang mencakup seluruh rantai nilai dari hulu ke hilir. Inovasi tersebut dipresentasikan kepada pelaku industri, pemasok, dan pembeli dalam satu platform eksposisi terbesar di sektor tekstil Indonesia.
Acara IndoIntertex 2026, yang mempertemukan ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri, menjadi ajang bagi Agansa untuk memperkenalkan solusi digital dan mesin-mesin canggih yang dapat menghubungkan proses produksi secara menyeluruh. Perusahaan menegaskan bahwa pendekatan terpadu ini bertujuan menurunkan biaya operasional, meningkatkan kualitas produk, serta mempercepat time‑to‑market bagi produsen tekstil.
Rangkaian teknologi yang diusung meliputi tahap awal berupa spinning, dilanjutkan dengan knitting dan weaving, serta proses finishing yang mencakup dyeing, printing, dan finishing. Selain itu, Agansa menambahkan sistem utilities yang terintegrasi untuk mengoptimalkan konsumsi energi dan air, sehingga mendukung praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. Seluruh tahapan tersebut dihubungkan melalui platform data real‑time yang memungkinkan pemantauan dan kontrol otomatis pada setiap lini produksi.
“Kami berkomitmen untuk menghubungkan proses hulu dan hilir dalam satu ekosistem digital,” ujar Direktur Teknologi Agansa, Budi Santoso, saat konferensi pers di booth perusahaan. “Dengan integrasi ini, produsen dapat mengidentifikasi hambatan produksi secara cepat, menyesuaikan parameter mesin secara dinamis, dan menghasilkan tekstil dengan standar kualitas internasional tanpa harus mengandalkan banyak pihak eksternal.”
Integrasi tersebut diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi industri tekstil nasional. Menurut data internal Agansa, penggunaan platform terintegrasi dapat menurunkan waktu siklus produksi hingga 30 persen serta mengurangi limbah cair sebesar 20 persen. Efisiensi energi yang tercapai juga diproyeksikan dapat menghemat biaya operasional tahunan hingga puluhan miliar rupiah bagi pabrik berkapasitas menengah ke atas.
Para pengunjung pameran, termasuk perwakilan produsen kain tradisional dan brand fashion, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap solusi yang ditawarkan. Beberapa perusahaan menyatakan minat untuk melakukan pilot project bersama Agansa dalam rangka menguji kehandalan sistem pada lini produksi mereka.
Ke depan, Agansa berencana memperluas jaringan kerjasama dengan lembaga riset dan universitas guna mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang lebih canggih. Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan peningkatan nilai tambah industri tekstil serta pengurangan dampak lingkungan melalui adopsi teknologi hijau.
Dengan menampilkan inovasi teknologi tekstil yang menyeluruh, Agansa memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam transformasi digital industri tekstil Indonesia. Keberhasilan integrasi hulu‑ke‑hilir ini diharapkan menjadi contoh bagi pelaku industri lain dalam mengadopsi pendekatan serupa demi daya saing global.


Komentar