Daerah
Beranda » Berita » Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tuban: Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung untuk Atasi Krisis Energi

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tuban: Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung untuk Atasi Krisis Energi

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tuban: Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung untuk Atasi Krisis Energi
Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tuban: Pertamina Tambah 12 Ribu Tabung untuk Atasi Krisis Energi

Media Pendidikan – 08 April 2026 | Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang belakangan ini mengganggu kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil, akhirnya mendapat respons cepat dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Pada hari Selasa, perusahaan energi negara tersebut mengumumkan penambahan sebanyak 12.000 tabung elpiji 3 kg ke dalam distribusi regional, sebagai langkah darurat untuk menstabilkan pasokan dan menurunkan tekanan harga yang sempat melambung.

Situasi kelangkaan ini pertama kali muncul pada awal pekan lalu, ketika sejumlah agen penjual elpiji melaporkan penurunan stok secara signifikan. Warga Tuban, terutama yang bergantung pada elpiji 3 kg untuk memasak, melaporkan antrean panjang di agen resmi maupun pasar gelap. Kenaikan harga yang tidak terkendali menambah beban ekonomi rumah tangga, terutama di daerah pedesaan yang belum memiliki akses listrik yang memadai.

Baca juga:

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus segera mengirimkan tim logistik ke gudang utama di Surabaya untuk mengambil tambahan tabung. Selama proses pengiriman, tim koordinasi daerah berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tuban serta Dinas Tenaga Kerja setempat untuk memastikan distribusi yang merata.

Berikut rangkaian langkah yang diambil Pertamina dalam menanggulangi kelangkaan:

  • Penambahan stok: 12.000 tabung elpiji 3 kg dipindahkan dari gudang pusat ke titik distribusi di Tuban.
  • Peningkatan frekuensi pengiriman: Jadwal pengiriman harian ditingkatkan menjadi dua kali sehari, dibandingkan sebelumnya satu kali.
  • Koordinasi lintas sektor: Kerja sama antara Pertamina, pemerintah kabupaten, dan agen penjual resmi untuk mengatur alokasi dan mencegah penimbunan.
  • Pengawasan harga: Dinas Perdagangan Kabupaten Tuban melakukan pemantauan ketat terhadap harga eceran, dengan sanksi bagi pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar.

Pengiriman tambahan ini diperkirakan dapat menutupi kebutuhan sekitar 70 persen dari total permintaan harian di wilayah tersebut selama satu minggu ke depan. Namun, pihak Pertamina menegaskan bahwa penanganan ini bersifat sementara, dan upaya jangka panjang tetap diperlukan untuk memperkuat rantai pasokan elpiji di seluruh Jawa Timur.

Baca juga:

Selain penambahan stok, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan elpiji. Edukasi tentang pemakaian yang efisien, perawatan tabung, serta pentingnya melaporkan praktik penimbunan atau penjualan ilegal disampaikan melalui media sosial resmi dan pos-pos informasi yang ditempatkan di kantor desa.

Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Bupati Abdul Munir, menyambut baik langkah Pertamina. Dalam sebuah pernyataan, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan energi yang bersifat mendesak. “Kami mengapresiasi respons cepat Pertamina. Namun, kami juga mengimbau warga untuk tidak panik, tetap mematuhi aturan pembelian, dan melaporkan tindakan penipuan,” ujar Bupati.

Secara nasional, kelangkaan elpiji 3 kg tidak hanya dirasakan di Tuban. Beberapa wilayah lain di Jawa Timur, seperti Kediri dan Ponorogo, juga melaporkan penurunan pasokan akibat gangguan logistik dan peningkatan permintaan pasca Lebaran. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan kebijakan tambahan, termasuk alokasi cadangan nasional dan penyesuaian tarif distribusi, untuk menstabilkan pasar.

Baca juga:

Di sisi lain, para analis pasar energi menilai bahwa krisis ini membuka peluang bagi pengembangan energi alternatif, seperti kompor listrik berbasis tenaga surya atau gas bumi (P2T). “Ketergantungan berlebih pada elpiji 3 kg memang menimbulkan kerentanan. Pemerintah harus mempercepat diversifikasi sumber energi, terutama di daerah yang masih sangat bergantung pada bahan bakar cair,” kata Dr. Rina Suryani, pakar energi dari Universitas Negeri Surabaya.

Dalam beberapa minggu ke depan, Pertamina berjanji akan terus memantau situasi dan menambah pasokan sesuai kebutuhan. Tim lapangan akan melaporkan perkembangan stok secara berkala kepada Dinas Perdagangan dan media lokal, guna memastikan transparansi dan mencegah spekulasi harga.

Kesimpulannya, penambahan 12.000 tabung elpiji 3 kg oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merupakan langkah penting dalam mengatasi kelangkaan yang mengganggu kehidupan sehari-hari warga Tuban. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, perusahaan energi, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasokan, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan diversifikasi sumber energi di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *