Sains & Teknologi
Beranda » Berita » BRIN Luncurkan Riset Antena Mikrostrip Multilayer untuk Uji Coba Jaringan 6G di Indonesia 2026

BRIN Luncurkan Riset Antena Mikrostrip Multilayer untuk Uji Coba Jaringan 6G di Indonesia 2026

BRIN Luncurkan Riset Antena Mikrostrip Multilayer untuk Uji Coba Jaringan 6G di Indonesia 2026
BRIN Luncurkan Riset Antena Mikrostrip Multilayer untuk Uji Coba Jaringan 6G di Indonesia 2026

Media Pendidikan – 03 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) mengumumkan langkah awal persiapan teknologi 6G di Indonesia. Fokus utama riset saat ini adalah pengembangan antena yang mampu mendukung standar komunikasi generasi berikutnya, menjelang uji coba jaringan 6G yang diproyeksikan akan dimulai pada akhir 2026.

Pengembangan Antena Mikrostrip Multilayer

Berbeda dengan jaringan 5G yang masih mengandalkan antena berdiri sendiri, teknologi 6G menuntut integrasi antena secara menyeluruh dengan komponen perangkat lain. Peneliti PRT BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, menjelaskan bahwa timnya sedang mengembangkan antena mikrostrip baik dalam konfigurasi single‑layer maupun multilayer. Antena mikrostrip multilayer dipilih karena kemampuannya menurunkan ukuran fisik sekaligus meningkatkan rentang frekuensi yang dapat dijangkau.

Baca juga:

“Riset antena mikrostrip multilayer menjadi prioritas karena kami perlu menciptakan solusi yang tidak hanya kuat secara sinyal, tetapi juga dapat diintegrasikan ke dalam perangkat seluler, kendaraan otonom, dan infrastruktur kota pintar,” kata Yohanes dalam keterangan yang diberikan di Jakarta.

Pengembangan ini mencakup studi material dielektrik baru, teknik fabrikasi lapisan tipis, serta simulasi elektromagnetik untuk mengoptimalkan pola radiasi. Hasil awal menunjukkan peningkatan efisiensi hingga 30 % dibandingkan antena konvensional, serta kemampuan beroperasi pada pita frekuensi 140‑300 GHz yang diprediksi menjadi spektrum utama 6G.

Baca juga:

BRIN menargetkan pembuatan prototipe antena multilayer pada kuartal ketiga 2026. Setelah fase laboratorium selesai, prototipe akan diuji di lingkungan lapangan terbatas di beberapa kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Uji coba lapangan bertujuan menilai kestabilan sinyal, kecepatan transmisi data, serta interoperabilitas dengan jaringan 5G yang masih beroperasi.

Pendanaan riset sebesar Rp 150 miliar telah dialokasikan dalam Anggaran Pendanaan Riset Nasional 2026. Selain dukungan pemerintah, BRIN menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan telekomunikasi domestik dan produsen semikonduktor untuk mempercepat transfer teknologi ke pasar.

Baca juga:

Pengembangan jaringan 6G diharapkan membuka peluang ekonomi digital baru, termasuk layanan real‑time hologram, komunikasi ultra‑low‑latency untuk kendaraan otonom, dan aplikasi industri 4.0 yang lebih canggih. Menurut perhitungan internal, adopsi 6G dapat menambah nilai tambah ekonomi nasional sebesar Rp 1.2 triliun dalam lima tahun pertama.

Dengan langkah konkret pada riset antena, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak tertinggal dalam kompetisi global teknologi komunikasi. Jika prototipe berhasil dan uji coba lapangan menunjukkan hasil positif, peluncuran jaringan 6G komersial dapat dipercepat menjelang 2028, menjadikan Indonesia salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan jaringan generasi berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *