Media Pendidikan – 02 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) mengumumkan penutupan layanan internet banking secara bertahap yang akan dimulai pada 21 April 2026. Penutupan ini direncanakan berlangsung dalam tiga fase, masing-masing selama satu minggu, guna memberikan ruang bagi tim TI melakukan pembaruan infrastruktur, peningkatan keamanan siber, dan migrasi sistem ke platform yang lebih modern.
Selama periode transisi, nasabah tetap dapat mengakses layanan perbankan melalui kanal digital lainnya, termasuk aplikasi wondr by BNI, BNIdirect, mesin ATM, serta layanan perbankan elektronik berbasis web yang tidak tergolong internet banking. BNI menegaskan bahwa semua transaksi non‑tunai, seperti pembayaran tagihan, transfer antar bank, dan layanan BI‑FAST, akan tetap beroperasi 24 jam tanpa gangguan.
Penutupan bertahap ini bertepatan dengan jadwal operasional terbatas yang telah ditetapkan BNI pada libur nasional Jumat Agung, 3 April 2026. Pada hari tersebut, 16 outlet BNI di seluruh Indonesia hanya melayani nasabah dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Layanan yang tersedia mencakup setoran BBM Pertamina, setoran Bulog, penerimaan negara, serta transaksi tunai dengan batas maksimum Rp25 juta per rekening per hari. Semua kanal digital tetap aktif sepanjang 24 jam, memungkinkan nasabah melakukan transfer, pembayaran, dan pengecekan saldo tanpa harus mengunjungi kantor cabang.
Berikut rangkuman layanan yang tetap dapat diakses selama periode penutupan internet banking dan hari libur nasional:
- ATM dan mesin CDM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
- BI‑FAST (Bank Indonesia Fast Payment) untuk transfer real‑time 24 jam.
- Aplikasi mobil wondr by BNI dan BNIdirect.
- Layanan setoran tunai di outlet yang beroperasi terbatas (10.00‑12.00).
- Transaksi melalui jaringan jaringan perbankan lain yang terhubung dengan sistem kliring nasional.
Bank menegaskan bahwa proses penutupan internet banking tidak akan mempengaruhi layanan penting seperti pembayaran gaji, kredit, dan fasilitas pinjaman. Nasabah yang memerlukan bantuan dapat menghubungi call center BNI 1500‑8888 atau mengunjungi outlet terdekat pada jam operasional yang telah ditentukan.
Adapun alasan utama di balik keputusan ini adalah kebutuhan untuk memperkuat sistem keamanan data nasabah, mengurangi risiko serangan siber, serta menyiapkan platform yang dapat menangani volume transaksi yang semakin meningkat seiring dengan digitalisasi layanan keuangan di Indonesia.
BNI mengingatkan bahwa seluruh layanan akan kembali normal pada 6 April 2026, setelah libur Jumat Agung berakhir. Pada tanggal tersebut, semua outlet akan beroperasi penuh, dan internet banking akan kembali aktif setelah fase akhir migrasi selesai.
Kesimpulannya, meskipun internet banking BNI akan ditutup secara bertahap mulai 21 April 2026, nasabah tetap memiliki banyak pilihan kanal digital dan fisik untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka, terutama selama periode libur nasional. BNI mengajak nasabah untuk memanfaatkan layanan yang tersedia dan tetap waspada terhadap potensi penipuan online selama masa transisi.


Komentar