Media Pendidikan – 03 Juli 2026 | Kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami atau dr. Icha di NTT masih menjadi sorotan. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir, sementara dugaan intimidasi yang dialaminya saat menangani pasien masih dalam penyelidikan. Ibu dr. Icha, Nur Azizah, mengungkap kisah pilu saat anaknya mendapat dugaan ancaman intimidasi dari anggota DPRD TTU saat menangani pasien.
Saat itu, sejumlah DPRD itu mengancam dr. Icha akan membekukan izin RS sampai menunjuk-nunjuk putrinya. Nur Azizah sudah berusaha menenangkan putrinya, namun menyebut dr. Icha begitu ketakutan sampai harus menjalani perawatan psikologis. “Saya mencintai dia, dalam hidup saya, saya tidak pernah berpikir, bermimpi, hal ini akan terjadi di kehidupan anak saya,” ujarnya.
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus, mengungkap dugaan intimidasi yang dialami dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Katanya, anggota DPRD mengintervensi dr. Icha hingga mengancam akan memecatnya melalui pemanggilan di Komisi 3 DPRD TTU.
Adapun intimidasi ini terjadi saat dr. Icha menangani seorang pasien gigitan ular. Saat penanganan, muncul kepanikan dari keluarga pasien dan meminta agar dokter segera menyuntikkan antibisa ular. Namun, dr. Icha tidak melakukannya karena hasil pemeriksaan menunjukkan bisa ular belum menyebar ke dalam darah sehingga dr. Icha tetap berpegang pada SOP dan menolak melakukan penyuntikan.
Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim untuk menginvestigasi kasus ini. “Saya minta keadilan, kebenaran, perlindungan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan,” ujar ayah dr. Icha.


Komentar